PMK Merebak di Purworejo, Pemkab Beri Vaksin Pada Hewan Ternak

oleh -

PURWOREJO, purworejo24.com – Bupati Purworejo, Jawa Tengah, Agus Bastian, melaunching vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di kandang sapi Kelompok Tani Ternak Sri Rejeki Desa Kalimati Kecamatan Pituruh, pada Jum’at 1 Juli 2022.

Hadir dalam acara tersebut Kepala DKPP Hadi Sadsila, Kepala Pelaksana BPBD Budi Wibowo, Forkopimcam Pituruh, Perwakilan Dinas Kesehatan serta para peternak sapi dari Desa Kalimati dan sekitarnya. Dalam kesempatan tersebut Bupati Agus Bastian menyerahkan secara simbolik vaksin PMK beserta kelengkapanya kepada perwakilan vaksinator dan peternak.

Bupati Purworejo, Agus Bastian dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Purworejo memiliki potensi luar biasa berupa sumber daya genetik hewan ternak yang biasa kita sebut sebagai Rojo Koyo antara lain kambing, domba, serta kerbau. Potensi tersebut didukung dengan sumber pakan yang melimpah dan prospek pasar baik lokal, nasional maupun ekspor.

Menurutnya, baru-baru ini merebak wabah Penyakit Mulut Dan Kuku di wilayah Jawa Timur dan Aceh Tamiang, dimana Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap atau belah. PMK dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar akibat menurunnya produksi dan menjadi hambatan dalam perdagangan hewan dan produknya.

“Kabupaten Purworejo itu daerah tertular PMK terakhir dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, tepatnya setelah ada pemeriksaan secara mendalam baik secara klinis maupun laboratoris.

Dari hasil pemeriksaan pada tanggal 15 Juni 2022 di Kecamatan Bagelen menyatakan bahwa 7 ekor sapi positif penyakit mulut dan kuku (PMK), dan bertambah di beberapa kecamatan lain karena tingkat penularan yang sangat tinggi, ditambah lalu lintas ternak yang semakin meningkat menjelang hari raya Idul Adha,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Purworejo juga telah menggelontorkan dana untuk mendukung program pembangunan di sektor peternakan utamanya adalah pemberian hibah bibit ternak sebagai upaya untuk peningkatan populasi dan kualitas sumber daya genetik. Selain itu juga didukung dengan pelayanan kesehatan hewan dan penanggulangan Zoonosis salah satunya dengan vaksinasi PMK.

“Menurut data kita, virus ini masih beredar di kalangan penjual dan berarti belum merambah ke peternak. Jikapun ada sifatnya masih gejala-gejala dan belum di cek secara mendalam. Sampai saat ini adanya virus PMK di Purworejo belum memberikan efek seperti penurunan harga daging maupun penurunan konsumsi daging sapi.

Khusus untuk masyarakat yang ingin berkurban, saya harapkan memilih hewan kurban terbaik dan sehat. Kalau bisa jangan sampailah berkurban tapi hewannya penyakitan,” kata bupati.(P24/Wid)

Tinggalkan Balasan