PURWOREJO, purworejo24.com – Transformasi digital di sektor pelayanan kesehatan terus berkembang. RSUD R.A.A. Tjokronegoro Kabupaten Purworejo resmi meluncurkan Sistem Absensi dan Kehadiran Terintegrasi RSUD R.A.A. Tjokronegoro (SATRIA TJOKRO) sebagai upaya memperkuat disiplin kerja pegawai sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Peluncuran sistem tersebut dilaksanakan di Aula RSUD R.A.A. Tjokronegoro, Jumat (5/6/2026), dan dihadiri pejabat struktural, kepala instalasi, serta perwakilan kepala ruang. Peresmian dilakukan oleh Kepala Bidang Pelayanan, Anny Retno Priastuti, S.K.M., M.M., mewakili Plt. Direktur RSUD R.A.A. Tjokronegoro.
Lebih dari sekadar pergantian metode absensi, kehadiran SATRIA TJOKRO menjadi bagian dari modernisasi tata kelola sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit.
Sistem ini dirancang untuk menyatukan pencatatan kehadiran seluruh pegawai, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN, dalam satu platform yang terintegrasi.
Menurut Anny Retno Priastuti, sebelumnya ASN telah menggunakan aplikasi absensi SI MEGA yang dikelola BKPSDM Kabupaten Purworejo.
Namun, pegawai non-ASN masih menggunakan sistem manual sehingga pencatatan kehadiran belum sepenuhnya terintegrasi.
“Dengan SATRIA TJOKRO, seluruh pegawai memiliki sistem absensi yang sama sehingga data kehadiran menjadi lebih tertib, akurat, dan mudah dipantau,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026)
Meski demikian, ASN tetap diwajibkan melakukan absensi melalui SI MEGA sesuai ketentuan Pemerintah Kabupaten Purworejo, sehingga ASN akan menggunakan dua sistem absensi, sedangkan pegawai non-ASN menjadikan SATRIA TJOKRO sebagai sistem utama.
SATRIA TJOKRO hadir dengan sejumlah fitur yang mendukung pengelolaan kepegawaian secara lebih efisien. Selain pencatatan kehadiran secara digital, aplikasi ini memungkinkan pegawai mengajukan cuti secara mandiri tanpa proses administrasi yang berbelit.
Fitur lain yang dinilai penting adalah pengelolaan jadwal kerja dan shift secara real time. Kepala ruang maupun atasan langsung dapat menyesuaikan jadwal pegawai sesuai kebutuhan pelayanan rumah sakit, dengan tetap memperhatikan aturan bahwa perubahan jadwal dilakukan sebelum hari pelaksanaan kerja.
Sistem juga menyediakan akses riwayat kehadiran yang dapat dipantau langsung oleh masing-masing pegawai. Transparansi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap kedisiplinan kerja.
Tak hanya itu, data kehadiran yang terekam dalam aplikasi akan menjadi salah satu dasar dalam perhitungan jasa pelayanan pegawai.
Dengan demikian, disiplin kerja tidak hanya berdampak pada kinerja organisasi, tetapi juga berpengaruh terhadap hak yang diterima pegawai.
Dalam dunia pelayanan kesehatan, kedisiplinan pegawai memiliki kaitan langsung dengan kualitas layanan yang diterima masyarakat.
Ketepatan waktu tenaga kesehatan dan petugas pendukung menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pelayanan pasien, terutama di rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam.
Karena itu, digitalisasi sistem kehadiran bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan bagian dari strategi peningkatan mutu layanan.
Dengan data yang terdokumentasi secara otomatis dan akurat, manajemen rumah sakit dapat melakukan evaluasi sumber daya manusia secara lebih objektif dan cepat.
Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan demonstrasi penggunaan aplikasi oleh Tim IT RSUD R.A.A. Tjokronegoro yang dipandu Binar Cipta Anggara, A.Md. Para peserta mendapatkan penjelasan teknis sekaligus praktik langsung penggunaan aplikasi melalui perangkat masing-masing.
Melalui implementasi SATRIA TJOKRO, RSUD R.A.A. Tjokronegoro berharap mampu membangun budaya kerja yang semakin disiplin, profesional, transparan, dan akuntabel.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







