PURWOREJO, purworejo24.com – Hujan yang mengguyur Kabupaten Purworejo Jawa Tengah selama 12 jam lebih, menyebabkan banjir di 5 kecamatan. Akibatnya sejumlah akses jalan kabupaten maupun jalan Provinsi terputus dan Masyarakat harus putar balik kendaraan.
Seperti yang terjadi di Jalan Provinsi tepatnya di Desa Butuh, Kecamatan Butuh, arus kendaraan harus berhenti menunggu banjir surut dan sebagian lain harus di putar balik untuk mengurangi kemacetan. Hal yang sama juga terjadi di jalan kabupaten menuju Desa Krandegan dan jalan menuju jalan lingkar selatan tepatnya di jalan raya Tegal Miring Kecamatan Banyuurip.
Putusnya akses jalan tersebut dikarenakan beberapa sungai yang ada di Purworejo seperti sungai Bogowonto, Kali Jali, Sungai Dulang, Kali Dlangu dan Kali Gebang sudah mencapai level merah. Beberapa sungai tersebut meluap hingga ke pemukiman warga dan jalan-jalan yang dilewati oleh sungai tersebut.
“Gak bisa lewat mas saya tunggu disini, yang kesana (Desa Krandegan) suami saya ke sana tadi naik perahu,” kata Tentrem, warga Desa Kedunglo Kecamatan Kemiri yang akan menengok saudaranya yang terdampak banjir pada Selasa 15 Maret 2022.
Genangan banjir yang merendam wilayah Kabupaten Purworejo bervariatif dari setinggi mata kaki hingga 1,5 meter. Beberapa warga yang rumahnya terdampak banjir juga sudah mengungsi kecuali 2 desa yang saat ini masih terisolir karena tingginya banjir dan arus yang deras.
“Untuk sementara yang masih terisolasi Desa Pogungjurutengah, karena perahu tidak bisa lancar disebabkan arus yang cukup deras,” kata Iman Tjiptadi Sub Koordinator Evakuasi dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Purworejo.
Banjir yang terjadi di Purworejo tercatat di Desa Wingko Sangrahan, Desa Wingko Sigromulyo, Wingko Harjo, Desa Ketiwijayan, Desa Wironatan, Desa Katerban, Desa Dlangu, Desa Tangkisan, Desa Krandegan, Desa Rowobayem, Desa Dadirejo, Desa Bapangsari, Desa Karangsari, Desa Kebonsari Desa Pundensari, Desa Paitan, Desa Kemiri Kidul, Desa Waled, Desa Tegalrejo, Desa Pogungjurutengah, Desa Pogungkalangan, Desa Wonoyoso, Desa Tasik madu,
“Sebagian masyarakat sudah kita evakuasi dan seperti di Bayan sekitar 80 orang sudah mengungsi di rumah saudaranya serta tempat-tempat yang aman seperti masjid dan mushola terdekat untuk semetara data yang masuk, tapi masih banyak yang belum kita data masih kita lakukan asesment,” katanya.(P24/Bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








