PURWOREJO, purworejo24.com – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak hanya bergantung pada penetapan target penerimaan, tetapi juga pada kemampuan aparatur dalam mengidentifikasi dan mengawasi potensi pendapatan yang ada.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bekerja sama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Yogyakarta menggelar Pelatihan Pengawasan dan Penggalian Potensi Retribusi Angkatan I Tahun Anggaran 2026 di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Senin (8/6/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, 8–11 Juni 2026, diikuti oleh 32 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan pendapatan daerah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam mengoptimalkan sektor retribusi sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan.
Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, saat membuka pelatihan menegaskan bahwa pendapatan daerah memiliki peran vital dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga berbagai program kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, pengelolaan retribusi daerah harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis data yang akurat.
Menurutnya, masih terdapat berbagai potensi retribusi yang dapat dikembangkan melalui pengawasan yang lebih efektif dan pemetaan potensi yang lebih komprehensif.
Untuk itu, aparatur dituntut memiliki kompetensi yang memadai agar mampu menjalankan tugas secara optimal sesuai regulasi yang berlaku.
“Saya minta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya untuk menambah wawasan, memperkuat kompetensi, dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” kata Bupati.
Lebih lanjut, Yuli berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari guna meningkatkan kinerja perangkat daerah pengelola pendapatan.
Selain menjadi upaya peningkatan kapasitas ASN, pelatihan tersebut juga sejalan dengan visi Purworejo Berseri, khususnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur.
Aparatur yang kompeten dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan SDM BKPSDM Kabupaten Purworejo, Nathalia Wulandari, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan strategis pemerintah daerah dalam mengamankan dan mengoptimalkan PAD dari sektor retribusi.
“Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai teknik pengawasan, identifikasi potensi retribusi, serta strategi pengelolaan yang efektif agar pendapatan daerah dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Nathalia menambahkan, optimalisasi retribusi bukan semata-mata bertujuan meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga memastikan setiap potensi yang dimiliki daerah dapat dikelola secara adil, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam konteks pembangunan daerah, peningkatan PAD menjadi isu yang semakin penting.
Semakin kuat kemampuan daerah dalam mengelola sumber pendapatannya sendiri, semakin besar pula ruang fiskal yang dimiliki untuk membiayai program-program pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada transfer dari pemerintah pusat.
Karena itu, pelatihan semacam ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun aparatur yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu membaca peluang, mengidentifikasi potensi pendapatan, serta menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Dengan kapasitas aparatur yang semakin baik, diharapkan pengelolaan retribusi di Kabupaten Purworejo dapat berjalan lebih optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







