Pemerintahan

Musda VIII Polosoro Digelar, Perkuat Soliditas Pemerintahan Desa dan Siapkan Kepemimpinan Baru

27
×

Musda VIII Polosoro Digelar, Perkuat Soliditas Pemerintahan Desa dan Siapkan Kepemimpinan Baru

Sebarkan artikel ini
Pemukulan gong tandai pembukaan Musda VIII Polosoro Purworejo ke VIII
Pemukulan gong tandai pembukaan Musda VIII Polosoro Purworejo ke VIII

PURWOREJO, purworejo24.com – Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Purworejo (Polosoro) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII di Ganeca Convention Hall, Purworejo, Kamis (23/7/2026).

Agenda rutin tiga tahunan ini menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi kepengurusan, menyusun program kerja, sekaligus memilih Ketua Umum Polosoro periode 2026–2029.

Musda VIII dihadiri Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, SH, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, kepala OPD, camat, kepala desa, perangkat desa, serta berbagai mitra dan tamu undangan.

Sekitar 185 peserta mengikuti forum tersebut, terdiri atas 160 delegasi dari 16 kecamatan dan 25 pengurus Polosoro.

Ketua Panitia Musda VIII, Dwinanto, mengatakan bahwa Musda merupakan momentum penting untuk memperkuat organisasi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintahan desa.

Musda VIII merupakan agenda organisasi sesuai AD/ART yang dilaksanakan setiap tiga tahun. Selain menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, forum ini juga menjadi ruang untuk menyusun program kerja dan memilih ketua umum yang baru,” ujarnya.

Mengusung tema “Polosoro Kuat, Purworejo Hebat: Desa Bersatu, Indonesia Maju”, Dwinanto berharap seluruh peserta menjaga semangat persatuan dan kebersamaan.

Ia menilai tantangan pemerintahan desa ke depan semakin kompleks, mulai dari penyesuaian regulasi, pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD), hingga tata kelola keuangan desa. Karena itu, menurutnya, organisasi yang solid menjadi modal utama untuk memperjuangkan kepentingan desa.

Sementara itu, Ketua Umum Polosoro periode 2023–2026, Suwarto, S.Sos., menyampaikan bahwa selama tiga tahun terakhir organisasi terus berupaya menjadi wadah komunikasi, koordinasi, silaturahmi, sekaligus penyampai aspirasi kepala desa dan perangkat desa kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Ia mengakui perjalanan organisasi tidak selalu mudah karena harus menghadapi perubahan regulasi dan meningkatnya tuntutan pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, Polosoro dinilai tetap mampu menjaga soliditas organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Suwarto juga mengajak seluruh peserta menjadikan Musda sebagai forum musyawarah yang sejuk dan demokratis.

Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam organisasi. Namun persaudaraan harus tetap menjadi yang utama. Siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum Polosoro periode 2026–2029 merupakan pilihan bersama yang harus kita dukung,” tegasnya.

Suwarto memastikan dirinya tidak kembali mencalonkan diri sebagai ketua karena menghormati ketentuan AD/ART organisasi yang membatasi masa jabatan maksimal dua periode.

Pada Musda VIII ini, muncul tiga kandidat Ketua Umum Polosoro periode 2026–2029, yaitu Andi Prasetiawan (Kepala Desa Trejop, Kecamatan Loano), Hery Dwidoyo (Kepala Desa Sumbersari, Kecamatan Banyuurip), dan Juminatun (Kepala Desa Langenrejo, Kecamatan Butuh).

Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, SH dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musda VIII Polosoro. Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum strategis dalam menentukan arah pembangunan desa di Kabupaten Purworejo.

Kepala desa dan perangkat desa merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, kemajuan Kabupaten Purworejo sangat ditentukan oleh tata kelola pemerintahan desa yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” kata Bupati.

Ia berharap Polosoro terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Purworejo dengan memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kapasitas aparatur desa, serta menjaga sinergi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Bupati juga mengimbau seluruh peserta Musda untuk mengedepankan semangat musyawarah, kekeluargaan, dan persatuan selama proses pemilihan ketua berlangsung.

Musda VIII diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang amanah, profesional, serta mampu memperkuat peran Polosoro sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kemajuan desa.

Dengan pemerintahan desa yang semakin kuat, pelayanan kepada masyarakat diharapkan semakin berkualitas sehingga pembangunan menuju Purworejo yang berdaya saing dan sejahtera dapat terwujud. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.