Bencana AlamPemerintahan

Ribuan Warga Mengungsi, Banjir di Purworejo Rendam Rumah Warga Hingga 1 Meter

260
×

Ribuan Warga Mengungsi, Banjir di Purworejo Rendam Rumah Warga Hingga 1 Meter

Sebarkan artikel ini
Bupati Purworejo Agus Bastian kunjungi pengungi di desa Bapangsari Bagelen
Bupati Purworejo Agus Bastian kunjungi pengungi di desa Bapangsari Bagelen

PURWOREJO, purworejo24.com – Banjir yang melanda puluhan desa di Kabupaten Purworejo membuat lebih dari seribu warga terdampak banjir mengungsi. Mereka terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka terendam air hingga ketinggian air mencapai 1 meter.

Sejumlah desa yang warganya sempat mengungsi sejak Selasa, 15 Maret 2022 siang antara lain Desa Bapangsari Kecamatan Bagelen, Desa Krandegan Kecamatan Bayan, Desa Butuh, Desa Wironatan Kecamatan Butuh, Desa Wingko Sanggrahan Kecamatan Ngombol. Ratusan warga tersebut mengungsi di tempat-tempat yang sudah disediakan pemerintah desa dan BPBD setempat.

“Di berbagai wilayah di Purworejo ada bencana banjir, dan banjir kali ini memang mayoritas lebih besar dibandingkan tahun yang lalu. Terbukti banyak daerah yang dulu tidak banjir dan sekarang terkena banjir. Ini yang perlu kita cari tahu penyebabnya dan mencari solusinya,” kata Bupati Purworejo saat meninjau lokasi pengungsian di Desa Wironatan pada Rabu 16 Maret 2022.

Diketahui hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Purworejo sepanjang hari mulai Senin 14 Maret 2022 hingga Selasa 15 Maret 2022 pagi  menyebabkan puluhan desa di Kabupaten Purworejo mengalami bencana banjir maupun tanah longsor.

Rabu, 16 Maret 2022 siang,  Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM, Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti SH, Sekda Drs Said Romadhon, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala DPUPR, Kepala Dinkes, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Satpol PP dan Damkar serta unsur terkait lainya mengunjungi tempat-tempat pengungsian dan memastikan logistik tercukupi.

Posko pengungsian Desa Bapangsari terletak di Masjid Desa Bapangsari Kecamatan, sedangkan posko pengungsi di Kecamatan Butuh dipusatkan di Gedung PNPM Desa Butuh.

Bupati menyebut bahkan di desa Krandegan pengungsi mencapai 700 jiwa karena lokasinya parah karena dekat dengan sungai Dulang yang meluap. Belum yang termasuk di daerah yang lain diperkirakan pengungsi mencapai ribuan.

“Saya meminta warga masyarakat untuk mematuhi arahan dari pemerintah desa dan BPBD. Karena kan kita tidak tahu ini akan surut kapan, sedangkan hujan juga masih turun,” ungkapnya.

Dengan adanya bencana banjir tahun ini yang terbilang cukup besar dibanding pihaknya akan menyelidiki penyebab banjir. Bupati juga memerintahkan untuk unsur yang terkait agar dapat membersihkan sampah dengan menggunakan alat berat.

“Tidak hanya banjir, di wilayah pegunungan seperti Kemiri, Pituruh, Kaligesing juga terdapat longsor namun tidak besar dan tidak ada korban jiwa,” terangnya.

Sementara itu di Kecamatan Pituruh selain terjadi banjir juga mengalami tanah longsor yang cukup parah. Kejadian tanah longsor ini terjadi di Jalur Wonosido – Pamriyan longsor panjang kurang lebih 10 meter lebar 1 m dan di Dukuh Cabean RT 03/02 Desa Kaligondang longsor menimpa rumah Mbah Dikin,

“Rumahnya tertimpa tanah longsor dengan dinding terbuat dari anyaman bambu diperkirakan kerugian mencapai Jutaan rupiah,” kata Kapolsek Pituruh Sapto Hadi.(P24/Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.