Pemerintahan

Purworejo Dorong Infrastruktur Wisata dan Pendidikan dalam Rencana Pembangunan 2027

10
×

Purworejo Dorong Infrastruktur Wisata dan Pendidikan dalam Rencana Pembangunan 2027

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo mengajukan sejumlah program prioritas kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung pembangunan tahun 2027. Fokus usulan tersebut tidak hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan akses pendidikan dan penguatan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Usulan itu disampaikan Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, saat menghadiri Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 untuk Wilayah Pengembangan (WP) Keburejo dan Gelangmanggung di Pendopo Pangayoman Temanggung, Rabu (3/6/2026).

Forum tersebut menjadi ruang sinkronisasi antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyusun arah pembangunan tahun mendatang.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Purworejo menegaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah tahun 2027 telah disusun selaras dengan arah pembangunan Provinsi Jawa Tengah dan prioritas pembangunan nasional.

Tema pembangunan Kabupaten Purworejo tahun 2027 adalah “Penguatan Infrastruktur Berbasis Lingkungan sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Daerah.”

Tema tersebut menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Infrastruktur dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk membuka akses investasi, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan daya saing daerah.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus adalah pariwisata. Pemkab Purworejo mengusulkan pembangunan dan peningkatan ruas jalan menuju sejumlah destinasi wisata unggulan di kawasan pesisir selatan.

Menurut Bupati, akses yang memadai menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung pengembangan potensi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Saya izin menyampaikan usulan untuk ruas jalan pariwisata, antara lain jalan menuju Pantai Roro Inten sepanjang 2,5 kilometer dan jalan menuju Pantai Ketawang sepanjang 2 kilometer untuk mendukung penyelenggaraan festival layang-layang internasional yang rutin digelar setiap tahun,” ujarnya.

Peningkatan akses menuju kawasan wisata diyakini akan memberikan dampak berantai bagi perekonomian lokal.

Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, pembangunan infrastruktur juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, jasa transportasi, hingga industri kreatif di sekitar destinasi wisata.

Selain pariwisata, Pemkab Purworejo juga mengangkat isu pemerataan akses pendidikan. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Bruno.

Wilayah Bruno yang berada di kawasan perbukitan selama ini menghadapi tantangan akses pendidikan lanjutan karena jarak sekolah yang relatif jauh bagi sebagian masyarakat.

Kehadiran SMA baru diharapkan dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi lulusan SMP di wilayah tersebut.

Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sekitar empat hektare untuk mendukung realisasi pembangunan sekolah tersebut.

Kami sudah menyiapkan lahan sekitar empat hektare. Usulan ini diharapkan dapat menekan angka anak putus sekolah sekaligus membantu mengurangi kemiskinan ekstrem karena wilayah tersebut memiliki jumlah penduduk yang cukup padat,” jelasnya.

Pembangunan sarana pendidikan dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Akses pendidikan yang lebih mudah akan membuka peluang masyarakat memperoleh keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Rembug Pembangunan Jateng 2026 sendiri mengusung tema “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi.”

Tema tersebut mencerminkan upaya pemerintah daerah dan provinsi untuk mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Melalui forum perencanaan tersebut, berbagai usulan daerah diharapkan dapat terakomodasi dalam program pembangunan Provinsi Jawa Tengah tahun 2027 sehingga mampu memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.