KesehatanPemerintahan

25 Pegawai BPN Purworejo Terpapar Covid-19

61
×

25 Pegawai BPN Purworejo Terpapar Covid-19

Sebarkan artikel ini
Pelayanan BPN Purworejo Tetap Jalan, kendati puluhan karyawan terindikasi postif Covid-19
Pelayanan BPN Purworejo Tetap Jalan, kendati puluhan karyawan terindikasi postif Covid-19

PURWOREJO , purworejo24.com – Sejumlah 25 karyawan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dikabarkan telah terpapar Covid-19. Namun begitu, pelayanan bagi masyarakat di kantor itu tetap berjalan dengan mekanisme pelayanan yang berbeda dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala BPN Purworejo, Andri Kristanto saat dikonfirmasi di kantornya pada Rabu tanggal 23 Februari 2022, membenarkan hal itu, jika kantornya terdapat puluhan karyawan yang diindikasi terpapar covid-19.

“Tiga hari mulai hari ini, pomohon langsung tetap dilayani, tapi petugas loket yang dipanggil, pelayanan tetap ada tapi mekanismenya diganti, mekanismenya berkas dikumpulkan di meja satpam, terus di serahkan ke bagian koreksi berkas, berkasnya juga ditinggal semalam, disemproti juga baru digarap sesuai pelayanan,” ungkap Andri.

Dijelaskan, semua karyawan di BPN Purworejo telah diswab baik antigen maupun PCR. Dari beberapa karyawan yang swab antigen ada 25 orang yang terpapar Covid-19. Sementara saat ini juga masih menunggu hasil swab PCR untuk lainya.

“Karyawan kami totalnya ada 110-an, kemarin setelah swab (antigen) sekitar 80 karyawan, terdapat 25 pegawai terpapar Covid-19, yang 25 itu sudah langsung Isoman selama 10 hari ke depan karena tidak bergejala. Selain yang 80 itu sekitar 21 orang yang kontak erat masih menunggu hasil swab PCR selama tiga hari ini,” bebernya.

Pelayanan terbatas ini, lanjutnya, akan berjalan selama tiga hari ke depan. Untuk perkembangan selanjutnya pihaknya masih menunggu hasil PCR.

“Nanti perkembangan selanjutnya menunggu hasil PCR, akan ada kebijakan lagi setelah hasil keluar, kan hanya ada dua opsi kalau PCR negatif berarti aman pelayanan bisa kembali berjalan normal, tapi jika positif ini kan saya harus ngatur ulang lagi,” terangnya.

Menurutnya, pegawai yang terpapar Covid-19 relatif merata dan tersebar pada semua bagian di BPN Purworejo yang menyebabkan pekerjaan cukup terhambat terutama dalam hal pelayanan. Dengan pelayanan yang terbatas tersebut, kata Andri, menyebabkan adanya beberapa hambatan yang terjadi.

“Hambatannya antre ya, yang mengerjakan kan saling terkait, kemarin itu yang kena ada petugas ukur, ada pengolah data berkasnya. Misalnya ada yang mengajukan permohonan, tapi petugas ukurnya positif, kan ngga bisa jalan, jadi ya memang harus menunggu normal lagi, tapi ya pekerjaan tetap jalan tapi mungkin mundur,” jelasnya.

Dikatakan, banyaknya pegawai yang terpapar Covid-19 ini tidak ada hubungannya dengan kegiatan pengukuran tanah di Desa Wadas, Kecamatan Bener beberapa waktu lalu.

“Nggak, kan sudah jauh jaraknya, di Wadas tanggal 8-10 Februari, jadi tidak ada hubungannya, ini awal temuan Covid-19 pertama tanggal 18 Februari ada salah satu pegawai yang bergejala batuk dan ternyata positif, lalu setelah itu di-tracing,” pungkasnya.(P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.