Tidak Lockdown, Pemkab Siapkan Dapur Umum dan Sediakan Kebutuhan Esensial Bagi Warga Brenggong Terpapar Covid-19

oleh -
Rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang dipimpin Bupati Purworejo H Agus Bastian, Kamis (10/6/2021)
Rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang dipimpin Bupati Purworejo H Agus Bastian, Kamis (10/6/2021)
head banner Universitas Putra Bangsa Kebumen

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemkab Purworejo tidak memberlakukan lockdown dan isolasi terpusat untuk kasus Covid-19 di Desa Brenggong Kecamatan Purworejo. Warga tidak siap dievakuasi dan memilih isolasi mandiri, meskipun hingga saat ini sebanyak 79 warga Desa Brenggong terkonfirmasi terpapar Covid-19. Hal itu terungkap saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang dipimpin Bupati Purworejo H Agus Bastian S.E., M.M,. dan dihadiri Forkopimda beserta pejabat terkait di RSUD Tjitrowardojo Kamis (10/6/2021) sore. Pemkab juga akan segera mendirikan dapur umum, guna memenuhi kebutuhan pangan bagi warga terpapar termasuk bagi keluarga yang turut isolasi mandiri.

“Kalau hanya OTG, menurut saya bisa dilakukan isolasi dirumah masing-masing, dan semua kebutuhan esensial harus dicukupi, termasuk untuk makan 3 kali sehari. Isolasi tinggal tujuh hari lagi. Nanti segera kita dirikan dapur umum. Suplai dari luar, sudah matang. Kalau mentah nanti akan keluar untuk belanja yang lain, karena logistik yang kita beri belum mencukupi,” kata Bupati.

Rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang dipimpin Bupati Purworejo H Agus Bastian, Kamis (10/6/2021)
Rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang dipimpin Bupati Purworejo H Agus Bastian, Kamis (10/6/2021)

Dikatakan jika kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo hingga saat ini masih fluktuatif namun relatif melandai. Meski demikian, penyebarannya semakin merata. Dari 494 desa/kelurahan di Kabupaten Purworejo, 443 desa/kelurahan diantaranya sudah tidak lagi steril, artinya ada warganya yang terpapar Covid-19. Sedangkan prosentase tingkat keterisian ruang isolasi di rumah sakit pemerintah maupun swasta sebesar 30,47 persen.

“Kondisi Kita fluktuatif. Kita pernah merah, ke kuning, saat ini kembali ke orange. Dengan kejadian di Desa Brenggong ini, masyarakat diingatkan bahwa Covid-19 masih ada sehingga tidak boleh kendor menerapkan protokol kesehatan 5 M,” imbuhnya.

Bupati meminta agar masyarakat dengan bantuan Babinsa dan Babinkamtibmas benar-benar mengaktifkan Jogo Tonggo.  Sehingga apabila ada warga yang terpapar dapat ditangani dengan baik. Bagi warga terdampak juga akan disiapkan kebutuhan esensial sehari-hari seperti minyak kayu putih, pembalut, sabun mandi, sabun cuci, susu, dan lainnya.

“Semoga kasus Brenggong dapat dijadikan pelajaran agar tetap waspada dalam menangani Covid-19. Kita harus selalu siap jika terjadi ledakan. Saat ini baru terjadi letupan, kalau letupan masih bisa kita padamkan. Masyarakat diminta tidak bosan untuk terus menerapkan prokes 5M,” ujarnya.

Hingga hari ini (10/6/2021), warga yang telah menjalani swab test sebanyak 113 orang. Sebanya 79 orang dintaranya dinyatakan positif, 3 meninggal dunia, 2 dirawat, 74 OTG dan negatif  sebanyak 4 orang. Sebanyak 30 orang masih menunggu hasil swab. Kurang lebih terdapat 46 rumah yang terdapat warga terpapar. Pemkab bersama jajaran Polres dan Kodim 0708, juga telah melaksanakan penyemprotan desinfektan di seputar kota Purworejo hingga ke Desa Brenggong.(P24/Humas-Nuh)