KesehatanPemerintahanTransportasi

Alat Pendeteksi Virus Covid-19 Buatan Anak Bangsa GeNose C19 Hadir di Purworejo

40
×

Alat Pendeteksi Virus Covid-19 Buatan Anak Bangsa GeNose C19 Hadir di Purworejo

Sebarkan artikel ini
Seorang penumpang kereta sedang menggunakan GeNose
Seorang penumpang kereta sedang menggunakan GeNose

KUTOARJO, purworejo24.com – GeNose, alat pendeteksi virus corona buatan anak bangsa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) baru-baru ini resmi mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Setelah mendapatkan ijin edar pada 24 Desember 2020 yang lalu kini penggunaan alat detektif virus Covid-19 tersebut akan tersedia di Purworejo yaitu di Stasiun Kutoarjo.

Hamzah, Pelaksana Harian Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto mengatakan penggunaan GeNose mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat sendiri. Sejak layanan GeNose C19 dibuka pertama kali di Stasiun Purwokerto pada Minggu 28 Februari 2021, tercatat sampai dengan tanggal 18 Maret 2021 sebanyak 6.347 pelanggan telah menggunakan layanan GeNose.

Layanan GeNose ini adalah sebagai opsi alternatif bagi pelanggan untuk melakukan Covid-19. Hal tersebut adalah untuk memenuhi syarat perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh, selain menunjukkan hasil dari Rapid Test Antigen atau RT PCR. Syarat tersebut berdasarkan Surat Edaran Satgas Covid-19 No. 7 Tahun 2021, tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19. Serta SE Kemenhub No. 20 Tahun 2021, tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dengan Transportasi Perkeretaapian Dalam Masa Pandemi Covid-19 maka pelanggan KA jarak jauh diwajibkan menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19.

“Penyediaan layanan GeNose di stasiun merupakan bentuk peningkatan pelayanan kepada pelanggan serta wujud komitmen KAI untuk mendukung program pemerintah dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat pada transportasi umum,” katanya kepada purworejo24.com pada Jumat (19/03/2021).

Penumpang sedang melakaukan regristrasi
Penumpang sedang melakaukan regristrasi

Pihaknya menambahkan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun nantinya akan terintegrasi dengan ticketing system KAI, sehingga hasil pemeriksaan GeNose C19 pelanggan tersebut akan otomatis muncul pada layar boarding petugas. Saat ini fitur tersebut sedang dalam tahap finalisasi.

“Dan per 20 Maret 2021, Daop 5 akan menambah stasiun yang menyediakan layanan pemeriksaan GeNose yaitu di Stasiun Kutoarjo. Adapun lokasi layanan berada di Zona 3 yaitu di samping ruang loket baru Stasiun Kutoarjo,” imbuhnya.

Bagi pelanggan yang sudah mempunyai kode booking tiket KA Jarak Jauh yang telah dibayar, dapat melakukan GeNose C19 dengan biaya Rp 30.000,- serta menunjukkan kartu identitas asli.

“Selama 30 menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih) untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19,” terang Hamzah.

Jika tes Covid-19 menggunakan GeNose menunjukkan hasil positif, maka calon penumpang akan diminta membatalkan perjalanan. Calon penumpang dipersilakan menukar tiket dengan uang kembali (refund) di loket yang sudah tersedia di Stasiun.

“Calon pengguna dengan hasil positif tidak diperbolehkan naik kereta api dan bea tiket akan dikembalikan penuh serta selanjutnya akan diarahkan agar melakukan pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit,” pungkasnya.

Selain berkas pemeriksaan Covid-19 dengan hasil negatif, untuk dapat menggunakan KA jarak jauh pelanggan KA juga harus memenuhi syarat lainnya, yakni memiliki suhu tubuh normal maksimal 37,3 derajat Celsius. Pemeriksaan suhu tubuh dilakukan di stasiun saat akan berangkat dan secara berkala sepanjang perjalanan KA.

Selama perjalanan, Hamzah mengatakan pengguna KA juga diwajibkan menggunakan face shield hingga di stasiun tujuan, dan diimbau memakai baju lengan panjang. Upaya pencegahan Covid-19 juga dilakukan di rangkaian KA. Setiap kereta kini juga telah dilengkapi ruang isolasi sementara untuk digunakan sewaktu-waktu jika di perjalanan terdapat penumpang dengan suhu tubuh 37,3 derajat C atau lebih.

“Selanjutnya penumpang dengan kondisi tersebut akan diturunkan di stasiun terdekat yg memiliki pos kesehatan untuk penanganan lanjutan,” tandasnya. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.