LOANO, purworejo24.com – Puluhan pemuda Desa Dumpoh, Kecamatan Loano, Purworejo, Jawa Tengah, menggelar aksi pengecaman dengan melakukan pemasangan puluhan bendera merah putih di jembatan merah putih penghubung Dumpoh Wetan dan Dumpoh Kulon. Pemasangan bendera itu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku pembakaran bendera merah putih yang viral dalam video youtube dan di duga dilakukan di Malaysia baru-baru ini.
Selain mengecam aksi pembakaran bendera merah putih, pemasangan bendera merah putih sebagai tanda pemberian nama jembatan merah putih yang baru selesai dibangun 2017 dengan anggaran dana desa.
“Kami mewakili pemuda Desa Dumpoh mengecam dan mengutuk keras serta protes aksi pembakaran bendera merah putih, dan meminta pihak kepolisian Republik Indonesia mengusut tuntas dan menangkap pelaku pembakaran bendera,” ucap salah satu pemuda Desa Dumpoh, Malik Rido, saat ditemui wartawan pada Selasa (02/02/2021)
Tak hanya itu, para pemuda juga meminta kepada Kepolisian untuk mencari tahu motif serta alasan warga membakar bendera merah putih. Aksi protes itu dilakukan para pemuda juga sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk lebih mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Bendera ini akan kami pasang secara spontanitas, dan akan kami pasang hingga polisi berhasil mengusut dan menangkap pelaku pembakaran bendera merah putih,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris desa Dumpoh, Adi Sucipto, yang turut hadir dalam aksi pemasangan bendera merah putih mengaku mengapresiasi dan mendukung tindakan yang yang dilakukan oleh para pemuda desa.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Dumpoh sangat apresiasi dan mendukung apa yang dilakukan para pemuda ini, ini menjadi bentuk ungkapan kecintaan para pemuda terhadap NKRI, dan kedepan para pemuda tetap selalu mencintai NKRI walau terjadi propaganda atau permasalahan apapun, dengan mengedapankan slogan NKRI harga mati,” jelasnya.
Terkait pemberian nama jembatan merah putih, pihaknya mengaku jembatan yang telah selesai dibangun pada tahun 2017 lalu dengan Anggaran Dana Desa belum memiliki nama. Dengan aksi itu juga warga bersepakat memberi nama jembatan yang melintasi sungai Bogowonto dengan nama jembatan merah putih.
“Sejak saat ini pula jembatan ini kami beri nama Jembatan Merah Putih, sebagai bentuk apresiasi dan respon terhadap aksi yang dilakukan oleh para pemuda,” tegasnya.
Diharapkan jalan itu akan menjadi jalan utama penghubung Desa Dumpoh menuju Jalan Raya Purworejo-Magelang dan menjadi akses jalan ke kantor kecamatan dan pusat kota Kabupaten Purworejo.
“Dulu jalan ini hanya bisa dilalui roda dua, setelah dibangun jembatan bisa dilalui roda empat, dan akses menuju jalan raya menjadi dekat,” ujarnya. (P24-Bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








