ReligiSeni Budaya

Pasca Longsor, Masyarakat Desa Kalijering Tetap Gelar Rolasan

559
×

Pasca Longsor, Masyarakat Desa Kalijering Tetap Gelar Rolasan

Sebarkan artikel ini
Peringatan Rolasan di Balaidesa Kalijering. (30/10/2020)
Peringatan Rolasan di Balaidesa Kalijering. (30/10/2020)

PITURUH, purworejo24.com –  Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan antusias warga masyarakat di wilayah Kecamatan Pituruh untuk tetap melaksanakan tradisi rolasan, yaitu upacara peringatan menyambut tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini sering dilaksanakan pada bulan maulud yakni bertepatan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kaur Kesra Kalijering Mahmudinmengungkapkan, peringatan kali ini sengaja digelar secara sederhana karena beberapa waktu yang lalu Desa Kalijering terkena musibah tanah longsor dan banjir. Dalam tradisi ini warga berkumpul di balai desa namun ada juga bertempat di rumah masing- masing kepala dusun untuk kenduren.

“Setiap desa mempunyai keunikan masing-masing dalam kelengkapan isian untuk kenduren.  Umumnya isian untuk kenduren meliputi nasi, jenang merah, ketan putih, pisang ambon, dan ayam panggang,” katanya kepada purworejo24.com pada Jumat (30/10/2020).

Peringatan Rolasan di Balaidesa Kalijering. (30/10/2020)
Peringatan Rolasan di Balaidesa Kalijering. (30/10/2020)

Beda desa beda pula adat memperingati bulan Maulud, di desa Kaligintung dan Somogede misalnya, jika di daerah lain peringatan maulid nabi identik dengan menggunakan ayam panggang, di desa ini justru menggunakan makanan khas desa setempat yang telah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang yaitu “Bendol”. Bendol merupakan olahan makanan yang terbuat dari dari pisang, singkong, parutan kelapa muda, garam dan gula Jawa yang dicampur dan dibentuk menjadi bulatan yang kemudian digoreng. Sebagai pelengkapnya tidak sajian makanan ditambah pisang biasa selain pisang Ambon dan dimasukan cepon.

Acara ini selain sebagai bentuk nguri-nguri tradisi juga sebagai sarana menyambung silahturahmi antar warga agar warga semakin guyub rukun. Tradisi ini terus dilaksanakan agar tidak terlupakan sehingga akan tetap terjaga dan lestari. Peringatan ini juga sebagai entuk syukur bahwa di Desa Kalijering warganya diberikan keselamatan walaupun tertimpa musibah.

“Saya berdoa semoga desa kami dijauhkan dari bancana alam, dengan menguatkan iman dan taqwa, kami berharap desa kami ayem tentrem gemah ripah loh jinawi karto raharjo. Diperingatan Maulid Nabi ini semoga mendapatkan Syafaat Nabi Muhammad SAW. ” ucapnya.

Peringatan Rolasan kali ini digelar di balai desa Kalijering, diikuti oleh 3 Kadus,  dengan masing-masing 80 kepala keluarga dengan total 240 KK. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.