KEMIRI, purworejo24.com – Harga komoditi Cengkih yang terus mengalami penurunan hingga cukup signifikan membuat sejumlah petani di Kecamatan Kemiri belum bisa benafas lega. Dari data yang ada harga Cengkih kering hingga hari Kamis (04/06/2020) berada pada kisaran Rp 60.000,00-an per kilogramnya. Harga tersebut sangat jauh bila dibandingkan dengan harga Cengkih kering pada dua tahun silam yang pernah mencapai hingga Rp 150.000,00 per kilogramnya.
Hal tersebut dikeluhkan Sutarsono, salah petani cengkih yang juga sebagai mantan Kepala Desa Kedung Pomahan Wetan Kecamatan Kemiri kepada purworejo24, Jumat(5/6/2020).
“Harga Cengkih kering terus mengalami penurunan harga sejak tahun 2018 tersebut hingga bulan Juni 2020 ini. Tak ada yang tahu persis mengenai penyebab turunnya harga komoditi Cengkih kering di pasaran,” ungkap Sutarsono
Dikatakan, terus turunnya harga Cengkih kering di pasaran dan belum adanya tanda-tanda harga akan naik, terlebih di tengah masa pandemi covid-19 ini, ditambah terpuruknya sejumlah perusahaan rokok nasional membuat sejumlah petani di Desa Kedungpomahan Wetan mengeluh. Padahal Cengkih pada saat ini belum memasuki masa panen raya.
“Hampir semua keluarga di desa ini memiliki pohon cengkih dan menjadikan cengkih sebagai salah satu penghasilan utama komoditi didesa ini, ada puluhan ton hasil panen cengkih setiap tahunnya,” katanya.
Sementara itu menurut beberapa penuturan petani menyebutkan, bahwa untuk saat ini Cengkih tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan racikan tambahan pembuatan rokok, namun juga bisa diambil minyaknya, bahan pembuatan parfum, obat-obatan, bumbu kue hingga bumbu masakan.
“Diharapkan harga komoditi Cengkih kering bisa lebih baik, syukur-syukur bisa mencapai angka seperti harga pada dua tahun yang lalu, yakni hingga kisaran Rp 150.000,00 per kilogramnya. Sehingga akan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi para petani Cengkih,” harapnya.(P24-Drt)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









