Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Rendeng Keluhkan Jalan Rusak
Sebarkan artikel ini
Kerusakan jalan di Desa Rendeng, Purworejo Jawa Tengah dikeluhkan warga.
GEBANG, purworejo24.com – Kerusakan jalan di Desa Rendeng, Kecamatan Gebang Purworejo, Jawa Tengah dikeluhkan warga sekitar dan masyarakat pengguna jalan. Beberapa titik ruas jalan dalam kondisi rusak parah dan berlubang. Diantaranya jalan Perintis Kemerdekaan, yang merupakan jalan utama penghubung Kecamatan Gebang dan jalan alternatif menuju Wonosobo.
Berdasar pengamatan purworjeo24.com, kerusakan jalan tersebut terlihat sedikitnya di 7 titik jalan dengan kondisi rusak parah. Menurut keterangan sejumlah warga sekitar, akibat dari kerusakan tersebut sudah ada sejumlah pengguna jalan yang terjatuh dan mengalami luka-luka. Kondisi tersebutpun dikeluhkan oleh warga sekitar yang sering melintasi jalan dan menggunakannya setiap hari.
Runasi, salah seorang warga di kawasan itu mengatakan, akibat adanya kerusakan di sejumlah ruas jalan, membuatnya harus memasang lampu penerangan pribadi di depan rumahnya agar para pengguna jalan dapat melihat dengan jelas kerusakan tersebut dan tidak terjadi lagi kecelakaan.
“Ya kemarin ada yang kepleset jeglongan (lubang) ini, 2 orang mas. Habis magrib 1, terus habis Isya 1 lagi,” katanya kepada purworejo24.com.
Jalan rusak di Desa Rendeng, Purworejo Jawa Tengah
Ia mengatakan kejadian jalan rusak ini sudah dimulai sejak 2 mingguan yang lalu yang diduga disebabkan oleh banyaknya dump truck yang mengangkuti material di salah satu proyek di daerah tersebut. Arus lalu lintas di jalan tersebut memang terpantau padat tidak hanya dump truck saja melainkan truk-truk pengangkut kayu dan truk besar lainnya juga sering melintas di jalan tersebut.
“Kurang lebih 2 mingguan mas, truk yang lewat bawa pasir, batu dan alat bangunan,” katanya.
Dengan alat seadanya ia juga memasang rambu-rambu berupa karung putih yang ditancapkan pada sebuah tongkat kayu.
Begitu juga menurut salah seorang warga Gito yang rumahnya tidak jauh dari lokasi rusaknya jalan tersebut, dia berharap ada upacaya perbaikan dari pemerintah. Menurutnya, jika kondisi tersebut dibiarkan akan merugikan masyarakat sekitar dan pengguna jalan.
“Yo mugo-mugo enggal-enggal dandani (ya mudah-mudahan cepat di perbaiki),” ujarnya. (P24-Bayu)