Apel Bersama sebelum pelaksanaan Penyemprotan Diinfektan Serentak. (31/3/2020)
PURWOREJO, purworejo24.com – Pemudik diimbau untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Jika pemudik enggan melapor, aparat yang akan menjemput ke rumah mereka.
Hal ini disampaikan oleh Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito saat apel bersama sebelum pelaksanaan penyemprotan disinfektan serentak di Kabupaten Purworejo, Selasa(31/3/2020) pagi.
“Menghadapi gelombang mudik yang diperkirakan akan mencapai 8.000 orang, kami menghimbau agar masyarakat pro aktif melaporkan kepada perangkat desa/kelurahan, Bhabinkamtibmas atau Bhabinsa. Pemudik juga harus mengisolasi diri selama 14 hari. Jika pemudik enggan melapor, kami aparat yang akan jemput bola ke rumah mereka,” tegas AKBP Rizal Marito.
Pnyemprotan Didinfektan serentak-di Purworejo
Kegiatan penyemprotan disinfektan serentak di Kabupaten Purworejo) ini digelar bersama oleh Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkominda) Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang diprakarsai oleh Polres Purworejo ini menyasar jalan-jalan utama di Kota Purworejo dan Kutoarjo, pasar, terminal, stasiun, dan tempat-tempat ibadah.
Sebelum memulai penyemprotan, ratusan personil TNI, Polri, Dinkes dan berbagai elemen masyarakat menggelar apel bersama di depan kantor Bupati Purworejo, atau depan tugu kembar alun-alun Purworejo. Penyemprotan itu juga dilaksanakan secara serentak di 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo.
Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito, mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona (covid-19) di Kabupaten Purworejo.
“Penyemprotan ini merupakan kegiatan serentak se-Indonesia, sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19,” kata Marito.
Dikatakan, sesuai dengan instruksi Kapolri Jendral Pol Idham Azis, setiap kantor harus menyediakan alat ukur suhu tubuh, alat cuci tangan atau hand sanitizer dan berkoordinasi dengan rumah sakit jika ada orang yang dicurigai memiliki ciri-ciri sakit akibat Covid-19.
“Kami menghimbau agar masyarakat tidak melakukan kontak fisik seperti jabat tangan atau cipika cipiki. Salaman cukup dengan dengan meletakkan tangan di dada,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan itu menunjukkan bahwa pemerintah secara terus menerus peduli terhadap kondisi masyarakat. Dimana kegiatan penyemprotan akan dilaksanakan secara terus menerus hingga wabah virus corona hilang.(P24-Drt)