BANYUURIP, purworejo24.com – Sempat viral di media sosial, balita perempuan yang ditemukan warga dalam kondisi tertidur pulas tanpa orang tua, di Mushola Ummu Fahad RT 1 RW 1 Dusun Bowokan Desa Cengkawak, pada Rabu (1/1/2020) sore, akhirnya bisa berkumpul bersama dengan keluarganya
Polisi belum bisa memastikan alasan serta motif Ibu kandung meninggalkan anaknya di Mushola itu, namun petugas menduga ada masalah keluarga, lantaran ibu balita rersebut menikah kembali dengan suami yang baru
Kapolsek Banyuurip, Iptu Benny Murtopo SH, saat ditemui purworejo24.com, pada kamis (2/1/2020) mengisahkan, kabat viral terkait penemuan balita tanpa orang tua di mushola itu, telah mengundang banyak respon dari masyarakat, hingga sampai ke keluarga balita.
“Pada Rabu sore itu, sempat ada warga Desa Wero yang datang dan mengaku bahwa anak itu adalah cucunya, yang katanya bapaknya mabukan dan ibunya menjadi TKI di Taiwan, setelah dicek ternyata bukan. Termasuk banyak warga yang datang dan ingin mengadopsi balita itu, dan terakhir datang keluarga balita, setelah dikonfirmasi benar mereka ada lah keluarga balita,” ungkap Kapolsek.
Dikatakan, pihak keluarga mengetahui jika balita perempuan itu adalah keluarganya, anggota keluarga lain yang tinggal di Magelang, membaca info di media sosial.
“Kakak dari ibu kandung balita yang tinggal di Magelang membaca info wa, lalu konfirmasi ke keluarga lain yang ada di Pagak dan diteruskan ke keluarga lain di Yogyakarta. Setelah berkirim identitas dan foto balita tersebut sama, lalu anggota keluarga bersama Nenek balita datang ke lokasi dan memastikan bahwa balita itu adalah bagian keluarganya,” jelasnya.
Dari hasil mediasi yang di lakukan oleh Dinas Sosial Purworejo, Pemdes, Polsek dan keluarga terungkap bahwa balita bernisial Z tersebut adalah anak kedua dari orang tua berinisial NHS yang menikah siri dengan lelaki berinisial J. Namun dengan berjalanya waktu, NHS menikah resmi dengan N, warga Tangerang.
“Balita itu merupakan anak kedua dari hasil pernikahan NHS dengan J. Selama ini Balita itu diasuh oleh neneknya. Dan baru sekitar 3 bulan ini NHS menikah lagi dengan N, dan menikah secara resmi,” kisahnya.
Disampaikan, saat liburan tahun baru 2020 kemarin, yaitu pada tanggal 30 Desember, nenek balita bersama Z berlibur di tempat anak pertamanya yaitu di Minomartani, Sleman Yogyakarta. Dihari yang sama, NHS menyusul ke Sleman untuk turut berlibur.
“Pada tanggal 1 Januari pagi ibu kandung balita pamitan dengan neneknya, ingin pulang ke Banten, namun sempet dicegah oleh neneknya karena setengah memaksa untuk membawa Z. Saat lengah itulah ibunya berhasil membawa Z pergi, hingga datang kabar Rabu sore balita ditemukan di mushola,” katanya.
Polisi hanya baru bisa menduga, ibunya nekat meninggalkan ananknya di mushola lantaran masalah keluarga, yaitu lantaran ibunya menikah lagi dengan suami lain dan tidak ingin ada anaknya.
“Sampai sekarang ibunya belum bisa dihubungi dan belum ketemu, sehingga motif serta alasanya belum bisa diketahui secara pasti,” ujarnya.
Dalam mediasi itu, Polisi tidak melanjutkan masalah itu ke ranah hukum, namun menyarankan untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
“Usai mediasi dan memastikan bahwa balita itu benar cucunya, maka langsung dibawa oleh neneknya ke Yogyakarta,” katanya. (P24-Drt)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







