KesehatanPemerintahan

Isu Stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional Jadi Tema Khusus HKN 2019

215
×

Isu Stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional Jadi Tema Khusus HKN 2019

Sebarkan artikel ini
Peringatan HKN 2019

PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Kesehatan Purworejo menggelar perayaan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55. Berbagai kegiatanpun digelar guna menyemarakkan HKN, diantaranya seminar, senam bersama, Upacara HKN, donor darah, tasyakuran HKN dan Jalan sehat bersama.

Upacara HKN tingkat Kabupaten Purworjeo dilaksanakan di halaman kantor Bupati Purworejo, Selasa (12/11/2019) pagi. Tema yang diangkat dalam HKN kali ini adalah Generasi Sehat Indonesia Unggul.

“Tema tersebut merupakan salah satu bentuk pengaplikasian dari amanat yang diberikan oleh presiden tentang memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).  Ada dua isu kesehatan yang harus diselesaikan terkait membangun SDM itu, yaitu stunting dan jaminan kesehatan nasional,” ungkap Asisten 3 Sekda Purworejo, Pram Prasetyo Achmad, saat membacakan amanat Menteri Kesehatan RI.

Tasyakuran HKN 2019 Purworejo
Tasyakuran HKN 2019 Purworejo

Dikatakan, meskipun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir angka stunting telah berhasil diturunkan hingga 10 persen, tetapi stunting masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi masyarakat. Stunting adalah kondisi tubuh seseorang yang mengalami tubuh lebih pendek dibanding dengan orang seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak bayi.

“Begitu juga dengan jaminan kesehatan yang masih banyak menuai permasalahan. Jaminan Kesehatan seperti BPJS masih belum sempurna. Tapi pemerintah akan terus memperbaikinya dengan menghadirkan inovasi-inovasi kesehatan yang lebih baik,” lanjutnya.

Selain dua isu itu, yang juga akan menjadi fokus Kemenkes dalam 5 tahun mendatang adalah tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri.

”HKN ini mengingatkan masyarakat untuk memprioritaskan upaya promotif-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan Germas. Masyarakat semakin mengerti arti penting perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan hidup sehat, baik di keluarga, tempat kerja, tempat-tempat umum dan fasilitas lainnya,” jelasnya.

Dalam upacara itu juga dilakukan pemberian Sertifikat Desa ODF (Open Dafacation Free) atau desa bebas dari BAB sembarangan kepada 75 desa di kabupaten Purworejo. Dalam upacara itu sertifikat diberikan secara simbolis kepada Kelurahan Bayen Kecamatan Kutoarjo, Desa Wonoroto Kecamatan Purworejo, Desa Nglaris Kecamatan Bener, Desa Winong Kidul Kecamatan Gebang dan Desa Wonosido Kecamatan Pituruh.

“Di kabupaten Purworejo belum semua desa menerapkan atau menjadi desa bebas dari BAB sembarangan, namun masyarakat saat ini telah sadar. Dan kami menargetkan tahun mendatang diharapkan seluruh desa di kabupaten Purworejo sudah bisa menjadi desa ODF atau desa bebas dari BAB sembarangan,” tambah Sekretaris Dinas Kesehatan Purworejo, Ekaningtyas Darmi Astuti, S.Kep, Ns. MM, saat ditemui di sela tayaskuran HKN di Kantor Dinkes Purworejo.

Pihaknya juga berharap Generasi Sehat yang telah di perjuangkan bersama dapat menjadi SDM Unggul dan bisa mengantarkan Indonesia menjadi negara yang maju, makmur dan sejahtera.

Tak hanya memberikan sertifat ODF, Dinas Kesehatan juga memberikan cenderamata atau kenang-kenangan kepada sejumlah pegawai dinas yang telah purna tugas.

Bakti Sosial donor darahperignati HKN 2019 Purworejo
Bakti Sosial donor darahperignati HKN 2019 Purworejo

Acara puncak tasyakuran peringatan HKN juga di laksanakan dengan ditandai pemotongan tumpeng serta pengajian dengan menghadirkan ulama kondang di Purworejo.

“HKN nanti akan di akhiri dengan kegiatan jalan sehat bersama di alun-alun Purworejo pada 16 November 2019 mendatang,” pungkasnya.(P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.