KesehatanLingkungan HidupPemerintahan

Memasuki Puncak Kemarau, Jumlah Desa Terdampak Kekeringan di Purworejo Bertambah

287
×

Memasuki Puncak Kemarau, Jumlah Desa Terdampak Kekeringan di Purworejo Bertambah

Sebarkan artikel ini
BPBD menyalurkan bantuan air bersih ke desa yang mengalami kekeringan.
BPBD menyalurkan bantuan air bersih ke desa yang mengalami kekeringan.

PURWOREJO, purworejo24.com –  Hingga minggu ketiga di bulan Agustus, jumlah desa yang mengalami kekeringan di Purworejo, Jawa Tengah terus bertambah. Selain 68 desa yang sudah mendapat pasokan air bersih, menyusul ada 3 desa lagi yang meminta pasokan air bersih ke BPBD karena mengalami kesulitan air.

Hingga saat ini ada 71 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Purworejo mengalami kesulitan air. Jumlah ini terus bertambah sering dengan puncak kekeringan pada bulan Agustus ini. Kusairi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo kepada purworejo24.com pada Jumat (23/8/2019) menjelaskan, hal ini terlihat dari permintaan air bersih yang didistribusikan oleh BPBD semakin meningkat. Juga terlihat dari adanya 3 desa susulan yang meminta pasokan air bersih dari BPBD.

“Dari Surat Keputusan Bupati (SK) terdapat 68 desa tapi ada tiga desa susulan yang melaporkan kepada kami bahwa desa tersebut juga terdampak kekeringan”, ucapnya.

BPBD menyalurkan bantuan air bersih ke desa yang mengalami kekeringan.
BPBD menyalurkan bantuan air bersih ke desa yang mengalami kekeringan.

Desa yang belum masuk dalam SK Bupati adalah Desa Gebang, Gesing dan Cacaban. Untuk desa yang belum masuk dalam SK menurutnya akan disusulkan dalam rapat mendatang.

Kekeringan yang melanda di beberapa wilayah diperkirakan akan berlangsung hingga akhir September dan puncaknya adalah di bulan Agustus ini.

“Menurut laporan BMKG untuk kekeringan sampai akhir September dan puncaknya adalah bulan ini. Untuk persiapan kami sudah menyiapkan sedikitnya 1.728 tangki air bersih,” ucapnya.

Dalam sehari BPBD Purworejo dapat mendistribusikan sebanyak 5-10 tangki air bersih untuk desa yang terdampak kekeringan dengan menggunakan 4 armada yang ada saat ini.

Kusairi berharap masyarakat dapat bijak dalam memperlakukan air karena kekeringan sudah meluas di berbagai desa. Hemat dalam menggunakan air bisa dilakukan dengan meminimalkan penggunan air.

“Kami berharap dan menghimbau kepada masyarakat agar menghemat penggunaan air yang ada terlebih lagi dalam bulan-bulan ini,” tadasnya. (P24-Byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.