PURWODADI, purworejo24.com – Hari pertama masuk sekolah, puluhan siswa di SMP Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo Jawa Tengah mengantri di depan kelas guna menunggu panggilan dari guru Bimbingan dan Konselling (BP) untuk dicukur rambutnya.
Suasana pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2019/2020 di SMP Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah tampak berbeda. Usai gelar upacara bendera pada senin (15/7/2019), puluhan siswa kelas 8 dan kelas 9 mengantri di depan kelas, menunggu panggilan dari guru Bimbingan dan Konselling (BP) untuk dicukur rambutnya.

Pihak sekolah sengaja mengundang tukang pangkas rambut profesional yang ada disekitar sekolah untuk memangkas rambut siswa yang tidak memenuhi standar. Kegiatan ini pun disambut baik oleh siswa yang ada. Siswa yang rambutnya tidak rapipun tampak duduk berbaris menunggu dicukur.
“Tadi diadakan pengecekan kedisiplinan anak, terutama rambut setelah upacara bendera dan ada 29 anak kelas 8 dan 9 yang rambutnya tidak sesuai dengan peraturan sekolah. Maka sekolah mengundang tukang potong rambut sekitar untuk memotong rambut siswa itu,” ungkap guru BP SMP Muhammadiyah Purwodadi, Adhitya Bagus Pamungkas saat dikonfirmasi purworejo24.com, pada Senin siang.
Adhitya menyatakan, bapak dan ibu guru jauh-jauh hari sebelum liburan akhir semester sudah memberikan informasi bahwa saat liburan dan masuk pasca liburan sekolah, siswa tetap berpenampilan rapi dengan tampilan rambut juga rapi.
“Atas dasar itu, pihak sekolah mencoba menanamkan sikap disiplin, yaitu kerapian rambut agar penampilan siswa rapi,” jelasnya.
Disampaikan, program cukur rambut itu sebagai salah satu langkah soft approach, tidak semata-mata razia, pemberian punishment atau sanksi-sanksi (dipotong sembarangan), tetapi dengan pendekatan yang berbeda.
“Terkadang siswa yang merasa rambutnya tidak rapi lari atau bersembunyi dengan berbagai alasan saat mau dipangkas,” katanya.
Untuk pembelajaran, program cukur rambut bersama itu tetap ditarik biaya, dengan membayar biaya cukur sebesar 5 ribu per anak. Siswapun tetap antusias mengikuti cukur bersama karena merasa melanggar tata tertib sekolah.
Cukur rambut bersama itupun juga ditonton oleh siswa siswi baru yang sedang mengikuti masa orientasi sekolah. Diharapkan anak bisa disiplin dalam berpenampilan, sehingga tercermin sebagai siswa dari SMP yang berlatar agama yang sopan dan santun.
Salah satu siswa yang dicukur, Eko Ahmad Dani kelas 9B, mengaku senang dicukur rambutnya.
“Ya seneng aja, rambutnya jadi rapi dan tidak dihukum,” katanya. (P24-Drt)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







