PURWOREJO, purworejo24.com – Pemkab Purworejo, Jawa Tengah bakal membangun sport center dan diawali dengan merombak ulang Stadion WR Soepratma. Anggaran sebesar Rp25 Miliar pun disiapkan.
Memiliki sarana yang representatif menjadi impian bagi para pegiat olahraga, khususnya dunia sepak bola. Untuk itu, Pemkab Purworejo berencana akan merombak Stadion WR Soepratman dan membangun sport center.
Pembangunan sport center di Komplek Stadion WR Soepratman sendiri sudah direncanakan sejak tahun 2017 lalu terbukti dengan sudah dibuatkannya Detail Engineering Design (DED) atau proyek perencanaan fisik dengan total anggaran Rp 89 M. Namun kemampuan maksimal Kemenpora hanya Rp 30 M sehingga harus meninjau ulang DED.
“Kami berharap di tahun 2020, anggaran-anggaran tersebut bisa turun sehingga pembangunan sport center bisa segera terlaksana,” kata Kabid Kepemudaan dan Olah Raga Disdikpora Purworejo, Netra Asmara Sakti saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (17/7/2019).

Perombakan ulang WR Supratman ini menggunakan anggaran sebesar Rp 25 Miliar yang diajukan menggunakan dana APBD sebesar 10 Miliar dan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pemuda dan Olahraga sebesar Rp 15 Miliar. Anggaran tersebut telah masuk dalam Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Purworejo dan Data Kresna DAK Kemenpora.
“Anggaran Rp 10 M kami rencanakan untuk merenovasi tribun keliling, lintasan atletik dan tribun VIP kami pindah di sebelah barat. Konsep lapangan adalah green stadion dimana di bawah lapangan akan ada bunker penyimpan air hujan sehingga lapangan selalu kering saat hujan dan saat musim kemarau rumput akan tetap hijau,” jelasnya.
Sedangkan anggaran Rp 15 M dari Kemenpora rencananya akan digunakan untuk membangun bunker, rumput, wisma atlit dan musala. Untuk stadion sepak bola nantinya akan memiliki daya tampung sekitar 5.000 penonton.

Selaku konsultan pembuat DED adalah PT Musika Yogyakarta. Lelang proyek pertama senilai Rp 10 M akan segera dilakukan saat anggaran disahkan sekira bulan Februari 2020 mendatang.
“Sejak dibangun pada tahun 1989 lalu, Stadion WR Soepratman memang belum pernah direnovasi. Sehingga hampir semua fasilitas di sana rusak parah. Sehingga kebutuhan sebuah pusat olahraga berkonsep sport tourism sangat mendesak,” pungkasnya. (P24-Drt)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







