KALIGESING, purworejo24.com – Sebanyak 30 finalis Bagus Roro Purworejo 2026 mengikuti kegiatan city tour ke sejumlah destinasi wisata dan pusat edukasi di Kabupaten Purworejo, Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian karantina dan pembekalan calon duta wisata daerah.
Para finalis yang terdiri dari 15 finalis Bagus dan 15 finalis Roro diajak mengunjungi berbagai lokasi wisata dan usaha kreatif lokal, mulai dari Curug Si Klotok di Desa Wisata Kaligono, Demaji Eco Park, Batik Rafba, hingga pusat kebugaran Hero Fitness.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Curug Si Klotok yang mengusung konsep ekowisata. Di lokasi tersebut, para finalis tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mengikuti bakti lingkungan berupa penanaman pohon bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) serta pemerintah Desa Kaligono.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Demaji Eco Park, salah satu destinasi wisata yang tengah berkembang di wilayah Kaligono. Di tempat ini, para finalis menikmati berbagai wahana seperti flying fox, ayunan langit, wahana outbound, hingga spot swafoto dengan latar alam Perbukitan Menoreh.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan motivasi langsung dari Owner Demaji Eco Park, Dwi Wahyu Atmaji, sebelum melanjutkan eksplorasi ke Demaji Melon Garden di Desa Brenggong yang menjadi salah satu unit usaha agrowisata miliknya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, mengatakan kegiatan city tour bertujuan memperluas wawasan para finalis tentang potensi wisata daerah sekaligus melatih kepedulian lingkungan.
“Para finalis sejak 13 Mei menjalani karantina dan pelatihan tentang kepariwisataan serta berbagai wawasan lainnya. Hari ini kami mengajak mereka mengenal langsung destinasi wisata di Purworejo melalui kegiatan city tour,” katanya.
Menurut Bangun, kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan wisata, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi para calon duta wisata agar mampu membranding potensi daerah secara kreatif dan positif.
Ia menilai Demaji Eco Park memiliki potensi besar menjadi destinasi favorit masyarakat karena memadukan wisata buatan dengan nuansa alam yang tetap asri.
“Tempat ini cocok untuk semua kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga keluarga. Daya tariknya cukup lengkap, ada permainan anak, kolam renang, flying fox, outbound, hingga amphitheater yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk pertunjukan seni maupun musik,” jelasnya.
Bangun berharap ajang Bagus Roro dapat menjadi wadah generasi muda untuk beraktualisasi sekaligus ikut membangun citra positif pariwisata Purworejo.
“Melalui pemilihan Bagus Roro, kami ingin melahirkan generasi muda yang peduli dan mampu mengangkat potensi wisata Purworejo ke tingkat yang lebih luas,” tambahnya.
Salah satu finalis Roro Purworejo asal Kutoarjo, Afril, mengaku antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Ia bahkan mencoba wahana flying fox untuk pertama kalinya di Demaji Eco Park.
“Seru sekali. Tempatnya luas, pemandangannya indah dan udaranya sejuk. Ini pengalaman pertama saya mencoba flying fox,” ujarnya.
Afril mengaku ketertarikannya mengikuti ajang Bagus Roro sudah muncul sejak 2023. Setelah sempat gagal di tahun sebelumnya, ia akhirnya berhasil lolos menjadi finalis pada tahun ini.
“Saya senang wisata dan ingin ikut memajukan pariwisata Purworejo, termasuk UMKM yang ada di sini agar semakin dikenal masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Owner Demaji Eco Park, Dwi Wahyu Atmaji, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan para finalis Bagus Roro ke tempat wisata yang dikelolanya.
Ia berharap para duta wisata muda tersebut dapat menjadi motor penggerak promosi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap kehadiran Bagus Roro dapat membantu memperkenalkan Demaji Eco Park kepada masyarakat lebih luas. Semoga pariwisata Purworejo semakin berkembang dan memberi dampak positif bagi ekonomi warga,” ungkapnya.
Rangkaian karantina Bagus Roro Purworejo 2026 masih akan berlanjut dengan malam unjuk bakat bertema industri kreatif dan batik Purworejo di Art Center, sebelum memasuki malam puncak grand final pada 16 Mei 2026 malam. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







