KALIGESING, purworejo24.com — Pernikahan tak lagi sekadar seremoni, tetapi juga pengalaman. Nuansa itulah yang terasa dalam pernikahan Lia Aminatul Chasanah dan Muhamad Ilyas Syarifuddin di Demaji Ecopark, Kaligono, Kaligesing, Kabupaten Purworejo, pada Minggu (3/5/2026).
Di tengah lanskap pedesaan yang asri, Lia—putri pertama Zaeni dan Suliyatun asal Pangen (Purworejo)—resmi dipersunting Ilyas, putra pertama Syarif Basuki dan Siti Zainatun Anisah asal Semarang.
Prosesi akad nikah berlangsung khidmat di Masjid At-Taqwa yang berada di dalam kawasan Demaji Ecopark, sementara resepsi digelar hangat di aula pertemuan dengan latar panorama alam terbuka.
Perpaduan suasana sakral dan rekreatif menjadi daya tarik tersendiri. Tamu undangan tidak hanya hadir untuk memberi doa restu, tetapi juga bisa menikmati suasana wisata yang menyegarkan, mulai dari hijaunya pepohonan hingga aliran sungai yang menenangkan.
Pemilik Demaji Ecopark, Dwi Wahyu Atmaji, menyebut konsep wisata terpadu menjadi keunggulan utama tempat ini.
Menurutnya, Demaji Ecopark dirancang sebagai lokasi serbaguna yang dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan, mulai dari kegiatan keluarga hingga acara formal.
“Selain untuk akad dan resepsi, di sini juga ada aula untuk gathering, rapat, hingga berbagai acara lainnya. Kami juga punya outbound center dengan beragam permainan, kolam renang anak, dan playground. Jadi tamu yang datang bisa sekaligus berwisata,” ujarnya.
Tak hanya itu, sejumlah wahana seperti flying fox dan ayunan langit turut menjadi daya tarik, khususnya bagi anak muda yang ingin merasakan sensasi berbeda di tengah alam terbuka.
Konsep ini menjadikan Demaji Ecopark tidak hanya sebagai tempat acara, tetapi juga destinasi rekreasi keluarga.
Menariknya, tamu undangan yang menghadiri resepsi dapat sekaligus menikmati kawasan wisata tanpa biaya tambahan.
Untuk pengunjung umum, tiket masuk pun relatif terjangkau, yakni sekitar Rp3.000 (promo), dengan tambahan Rp5.000 untuk akses kolam renang.
“Konsepnya one stop service. Mulai dari tempat, katering, fotografi, hingga rias pengantin bisa kami bantu. Jadi lebih praktis, terutama untuk yang ingin menggelar acara sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi tamu,” tambah Dwi.

Salah satu perwakilan keluarga pengantin perempuan, Zuhri, mengaku puas dengan pilihan lokasi tersebut. Ia menilai suasana alam yang ditawarkan menjadi nilai lebih yang jarang ditemukan di tempat lain.
“Tempatnya nyaman, pemandangannya bagus, dan udaranya segar. Semua rangkaian acara dari akad sampai resepsi bisa dipusatkan di sini. Ini jadi pengalaman yang berbeda,” ungkapnya.
Ia juga menyebut bahwa pilihan lokasi ini merupakan keinginan dari pengantin perempuan yang menginginkan suasana pernikahan yang lebih dekat dengan alam.
Fenomena ini mencerminkan tren pernikahan masa kini yang mulai bergeser ke konsep outdoor dan berbasis pengalaman. Tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memberikan kesan santai, hangat, dan berkesan bagi para tamu.
Dengan fasilitas yang terus berkembang dan konsep wisata yang semakin matang, Demaji Ecopark perlahan menjadi salah satu alternatif destinasi di Purworejo yang layak dilirik—baik untuk berlibur, maupun merayakan momen istimewa dalam balutan keindahan alam. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







