PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo terus mendorong pengembangan desa wisata melalui program bertajuk “Dolan ke Desa Wisata” yang digagas Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar).
Salah satu kegiatan terbaru dilakukan dengan eksplorasi potensi wisata alam di kawasan Kecamatan Bruno bersama Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setyabudi, pada Kamis (23/4/2026).
Sekretaris Dinporapar Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promosi sekaligus pembinaan desa wisata rintisan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati bersama istri dan rombongan melakukan touring menggunakan sepeda motor untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata.
“Kegiatan diawali dari Curug Muncar di Desa Kaliwungu, kemudian dilanjutkan ke Curug Gunung Putri di Desa Cepedak, Puncak Kayangan Sigendol di Desa Giyombong, dan terakhir Curug Kyai Kate di Desa Gunung Condong,” jelas Dyah, pada Jumat (24/4/2026).
Kunjungan tersebut disambut antusias oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Rombongan yang terdiri dari jajaran Dinporapar, camat, serta didukung unsur TNI-Polri ini juga menjadi ajang dialog langsung dengan para kepala desa terkait perkembangan dan kebutuhan masing-masing destinasi wisata.
Dalam setiap kunjungan, para kepala desa menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan, sekaligus kebutuhan yang masih diperlukan untuk mendukung pengembangan potensi wisata di wilayah mereka, mulai dari infrastruktur hingga penguatan sumber daya manusia (SDM).
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga memberikan arahan, khususnya terkait pentingnya menjaga kebersihan sebagai faktor utama dalam menarik minat wisatawan.
Ia menegaskan bahwa kebersihan menjadi kunci keberhasilan destinasi wisata.
“Promosi boleh gencar, tapi kalau tempatnya kotor, pengunjung bisa langsung kembali dan tidak akan datang lagi. Ini tentu merugikan desa,” pesan Wakil Bupati.
Selain itu, penguatan SDM melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) juga menjadi perhatian utama.
Masyarakat didorong untuk memahami dan menerapkan prinsip Sapta Pesona sebagai roh pengembangan pariwisata, yang meliputi unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.
Menurut Dyah, pembenahan SDM menjadi langkah strategis yang dapat dilakukan lebih cepat, sembari menunggu perbaikan infrastruktur yang masih terkendala keterbatasan anggaran dari berbagai tingkatan pemerintahan.
“Kalau SDM sudah siap dan kesadaran wisata tumbuh, maka desa bisa mulai berbenah. Harapannya, wisatawan akan tertarik datang dan ekonomi masyarakat ikut meningkat,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinporapar juga telah melakukan identifikasi serta pembinaan terhadap empat desa tersebut, yakni Desa Kaliwungu, Cepedak, Giyombong, dan Gunung Condong, yang saat ini berstatus sebagai desa wisata rintisan.
Melalui program ini, diharapkan potensi wisata alam di kawasan Bruno dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








