Wisata

BPOB Perkuat SDM Pariwisata, Pelayanan Tamu Jadi Kunci Daya Saing Borobudur Highland

12
×

BPOB Perkuat SDM Pariwisata, Pelayanan Tamu Jadi Kunci Daya Saing Borobudur Highland

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

LOANO, purworejo24.com — Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata sebagai fondasi utama pengembangan destinasi.

Melalui pelatihan Manajemen Pelayanan Tamu yang digelar di De’Loano Glamping, BPOB menegaskan bahwa kekuatan sebuah destinasi tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada wisatawan.

Di tengah pesona Perbukitan Menoreh, pelatihan ini menyasar kru garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan tamu. BPOB menilai, infrastruktur yang memadai perlu diimbangi dengan keramahan, ketulusan, serta profesionalisme dalam pelayanan agar mampu menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BPOB, Novita Dwihapsari, menekankan bahwa pelayanan prima menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah destinasi wisata.

Hospitality bukan sekadar melayani, tetapi menciptakan kesan yang mendalam. Kami ingin tim di lapangan mampu bersikap adaptif dan responsif, sehingga kepercayaan wisatawan dapat terbangun,” ujarnya.

Menurut Novita, masih terdapat tantangan dalam penyamaan standar pelayanan di lapangan. Oleh karena itu, pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan komunikasi, serta keterampilan menangani keluhan agar dapat diubah menjadi kepuasan pelanggan.

Untuk memperkuat materi, BPOB menggandeng akademisi dari Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta. Dosen AMPTA, Sahlit Sugesti, menjelaskan bahwa tren wisata saat ini menuntut pengalaman yang autentik dan berbasis kearifan lokal.

Glamping seperti De’Loano menawarkan kemewahan dalam balutan alam. Karena itu, petugas tidak hanya dituntut terampil secara teknis, tetapi juga mampu menjadi pencerita yang mengenalkan budaya lokal secara menarik,” jelasnya.

Sementara itu, Setyo Prasiyono Nugroho, menyoroti pentingnya kemampuan menangani keluhan secara cepat dan tepat. Ia menegaskan bahwa respons yang baik terhadap keluhan dapat meningkatkan loyalitas wisatawan.

Satu keluhan yang diabaikan bisa merusak reputasi. Sebaliknya, penanganan yang tepat dapat mengubah tamu menjadi promotor yang merekomendasikan destinasi ini,” ungkapnya.

Melengkapi perspektif tersebut, Dr. I Putu Hesti Duari, menekankan peran ulasan digital dalam membentuk citra destinasi. Ia menyebut kepuasan wisatawan sebagai alat promosi paling efektif di era media sosial.

Penilaian wisatawan di platform digital sangat memengaruhi keputusan calon pengunjung. Pelayanan yang konsisten dan berkualitas akan berdampak langsung pada citra Borobudur Highland,” paparnya.

Melalui penguatan kapasitas SDM ini, BPOB menargetkan Borobudur Highland mampu tampil sebagai destinasi unggulan berkelas dunia yang berkelanjutan.

Selain meningkatkan daya saing pariwisata, langkah ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
BPOB menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para pelaku wisata dalam meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan.

Sebab, membangun destinasi tidak hanya tentang fisik, melainkan juga tentang menjaga kualitas pelayanan dan keramahan sebagai identitas utama pariwisata. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.