LOANO, purworejo24.com – Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menggelar Sosialisasi Safety dan Security di Zona Otorita Borobudur dan Desa Penyangga di DeLoano Glamping, Kabupaten Purworejo, Selasa (14/7/2026) lalu.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan pengelola destinasi wisata dan masyarakat dalam menciptakan kawasan wisata yang aman, nyaman, serta tangguh menghadapi potensi bencana.
Sosialisasi diikuti unsur BPBD, PMI, TNI-Polri, Dinas Pariwisata, kepala desa, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari desa-desa penyangga Borobudur Highland sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor.
Direktur Destinasi BPOB, Neysa Amelia, menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan fondasi utama pengembangan pariwisata berkelanjutan, khususnya di kawasan Perbukitan Menoreh yang memiliki kerawanan terhadap bencana alam maupun nonalam.
“Keselamatan menjadi tanggung jawab bersama. Dengan kesiapsiagaan yang baik, masyarakat dan wisatawan dapat merasa aman saat beraktivitas di kawasan wisata,” ujarnya, dalam siaran rilisnya, Senin (20/7/2026).
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, mengatakan tren pariwisata kini tidak hanya mengutamakan keindahan destinasi, tetapi juga keamanan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan. Menurutnya, pengelola desa wisata perlu memperkuat infrastruktur, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memanfaatkan digitalisasi untuk mendukung pelayanan kepada wisatawan.
Dalam sesi materi, AKBP Susyanto dari Polda DIY menjelaskan pentingnya penerapan sistem manajemen pengamanan melalui risk assessment atau penilaian risiko guna mengidentifikasi potensi ancaman, melindungi aset, mengurangi risiko hukum, dan meningkatkan kepercayaan wisatawan.
BPBD Kabupaten Kulon Progo turut memaparkan potensi bencana hidrometeorologi di kawasan Perbukitan Menoreh, seperti tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan. Pengelola destinasi didorong menyiapkan jalur evakuasi, rambu peringatan, zona aman, perlengkapan P3K, serta sistem peringatan dini sebagai bagian dari mitigasi bencana.
Kegiatan juga dilengkapi simulasi pertolongan pertama oleh PMI Kabupaten Purworejo yang memberikan pelatihan penanganan luka dan patah tulang agar peserta mampu memberikan bantuan awal saat terjadi keadaan darurat.
Melalui sosialisasi ini, BPOB berharap terbangun budaya sadar keselamatan di kawasan Borobudur Highland sehingga destinasi wisata semakin aman, nyaman, dan dipercaya wisatawan, sekaligus mendukung pengembangan Borobudur sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









