HukumKecelakaan

Seorang Warga Ditemukan Tewas di Sungai Bogowonto

182
×

Seorang Warga Ditemukan Tewas di Sungai Bogowonto

Sebarkan artikel ini
Seorang warga Baledono ditemukan mengapung tewas mengapung di sungai Bogowonto, Purworejo (7/9/2020)
Seorang warga Baledono ditemukan mengapung tewas mengapung di sungai Bogowonto, Purworejo (7/9/2020)

PURWOREJO, purworejo24.com – Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di Sungai Bogowonto setelah sebelumnya berpamitan kepada ayah dan adik korban. Pria tersebut ditemukan tewas pada hari Senin (7/9/2020) pukul 11.00 WIB di Sungai Bogowonto, Kampung Plaosan Baledono Rt 01 Rw 01 Kecamatan Purworejo.

Kasubbag Humas Polres Purworejo Iptu Siti Komariah menjelaskan, korban bernama Duane Akbar Angga Dahatama yang beralamat di Kelurahan Baledono RT 01 RW 01 Kecamatan Purworejo. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat  meminta ijin kepada ayahnya akan menyusul kakaknya yang satu bulan lalu telah meninggal dunia. Tidak hanya itu korban juga menitipkan anaknya kepada adik kandungnya sebelum paginya ditemukan meninggal.

“Sehari sebelumnya pada hari Minggu,  (6/9/2020) sekitar pukul 02.00 WIB, korban dalam keadaaan mabuk berpamitan kepada sudara Bejo Sugiarto selaku ayahnya yang intinya korban menyampaikan akan menyusul kakak kandungnya (bunuh diri) yang mana kebetulan sekitar sebulan yang lalu kakak kandung korban juga telah meninggal dunia,” katanya kepada purworejo24.com pada Senin (07/09/2020)

Siti Komariah menambahkan korban pertama kali ditemukan oleh Much Nasir. Secara tak sengaja Nasir yang saat itu perjalanan dari ladang menuju ke rumahnya saat melewati aliran Sungai Bogowonto, melihat sosok yang diduga orang terapung di aliran sungai tersebut. Mengetahui hal tersebut Nasir memberitahukan kepada warga sekitar, dan selanjutnya bersama-sama dengan anggota kepolisian melakukan pengecekan, dan ternyata benar ada orang dalam konfdisi tak bernyawa terapung di aliran sungai.

“Kemungkinan orang tersebut meninggal dunia dengan cara bunuh diri dengan menceburkan diri di sungai tersebut. Yang mana sungai tersebut memiliki kedalaman sekitar 3 (tiga) meter),” katanya.

Selanjutnya warga bersama-sama dengan anggota kepolsian dan TNI melakukan evakusai jenazah. Setelah dievakuasi kemudian jenazah langsung di identifikasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Tjitrowardojo Purworejo. Siti Komariah menambahkan bahwa dari hasil keterangan keluarga memang korban mengalami ganguan kejiwaan yaitu stres tingkat tinggi.

Sementara itu Wahyu Prabowo, dokter RS Tjitrowardojo yang menangani menjelaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban memang murni bunuh diri karena ganguan kejiwaan yang ia alami.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan pada korban yang diakibatkan oleh orang lain. Korban diperkirakan meninggal lebih dari 24 jam,” katanya. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.