Wisata

Touring JAGUAR ke Purworejo, Promosikan Wisata Heritage hingga Ekowisata Pandanrejo

7
×

Touring JAGUAR ke Purworejo, Promosikan Wisata Heritage hingga Ekowisata Pandanrejo

Sebarkan artikel ini
Rombongan foto bersama usai mengunjungi art center Purworejo
Rombongan foto bersama usai mengunjungi art center Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Kabupaten Purworejo terus memperluas promosi potensi pariwisata dengan menggandeng pelaku industri wisata dari luar daerah. Salah satunya melalui kunjungan komunitas JAGUAR (Jogja Tourist Guide Rider) yang membawa sekitar 50 pelaku pariwisata dari Yogyakarta untuk menjelajahi destinasi wisata dan mengenal kekayaan budaya Purworejo, Selasa (27/10/2026).

Dalam touring yang memasuki kunjungan ketiga ke Purworejo tersebut, rombongan menyambangi sejumlah destinasi, mulai dari bangunan bersejarah eks HKS yang kini menjadi SMA Negeri 7 Purworejo, Art Center Purworejo hingga Desa Wisata Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing.

Kunjungan ini tidak sekadar menjadi agenda touring, tetapi juga bagian dari upaya mengenalkan potensi wisata Purworejo kepada para pelaku pariwisata yang berpeluang memasukkannya ke dalam paket perjalanan wisata, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ketua JAGUAR, Anning Rengganis, mengatakan komunitas yang berdiri sejak 2014 itu merupakan wadah bagi para pelaku pariwisata yang memiliki hobi berkendara sepeda motor. Anggotanya berasal dari berbagai unsur industri pariwisata, mulai dari pemandu wisata, agen perjalanan, hingga pelaku usaha lainnya.

“Untuk hari ini, kita touring ke Art Center dan SMA 7 Purworejo karena bangunannya merupakan heritage dan banyak sejarah yang perlu kita gali untuk disampaikan kepada teman-teman pariwisata,” ujar Anning.

Menurutnya, kunjungan ke Art Center memberikan pengalaman baru bagi rombongan. Mereka dapat mengenal koleksi yang berkaitan dengan tokoh-tokoh asal Purworejo, baik tokoh nasional maupun tokoh seni, sekaligus menggali cerita sejarah yang berpotensi dikembangkan menjadi produk wisata.

Anning menilai, potensi bangunan bersejarah di Purworejo sangat menarik untuk dikembangkan melalui konsep walking tour atau wisata jalan kaki. Konsep tersebut memungkinkan wisatawan menikmati kawasan perkotaan sambil mengenal arsitektur bangunan lama dan cerita sejarah yang menyertainya.

“Purworejo ternyata cantik sekali. Bangunan heritage-nya banyak dan ada banyak cerita sejarah yang bisa kita gali. Menurut saya, Purworejo sangat perlu mempromosikan walking tour,” ungkapnya.

Setelah menjelajahi destinasi heritage, rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Pandanrejo. Di lokasi ini, peserta mendapatkan pengenalan potensi edukasi kambing Peranakan Etawa (PE) Kaligesing, sekaligus melihat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Berbagai potensi yang diperkenalkan meliputi kerajinan batik dan pembuatan kriya berupa gantungan kunci. Perpaduan edukasi peternakan, kerajinan, dan potensi alam tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik wisata yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Anning mengatakan, pemilihan Pandanrejo juga berkaitan dengan tren ekowisata yang semakin menarik perhatian wisatawan. Selain edukasi kambing PE Kaligesing, kawasan tersebut memiliki potensi pengamatan burung atau birdwatching yang perlu dieksplorasi lebih lanjut.

“Kami mendengar bahwa di Pandanrejo ini selain edukasi tentang kambing ras Kaligesing, juga ada ekowisata birdwatching. Karena kegiatan ini dilakukan siang hari, mungkin suatu saat nanti kami akan mengatur kunjungan lagi untuk mengeksplorasi potensi ekowisata yang ada di sini,” jelasnya.

JAGUAR berharap, kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk merancang paket wisata yang lebih beragam di Purworejo. Bahkan, tidak menutup kemungkinan agenda mendatang dikembangkan dalam bentuk kegiatan menginap atau live-in, sehingga peserta dapat mengeksplorasi destinasi secara lebih mendalam.

Saat ini, JAGUAR memiliki sekitar 200 anggota. Komunitas tersebut biasanya menggelar touring dua hingga tiga kali dalam setahun, menyesuaikan waktu luang para anggotanya.

Melalui jejaring pelaku pariwisata yang dimiliki, JAGUAR berupaya membantu memperkenalkan destinasi yang dikunjungi kepada pasar wisata yang lebih luas.

“Harapannya, semakin banyak wisatawan dari luar yang datang ke Purworejo untuk belajar tentang kambing, batik, kriya, dan menikmati ekowisata yang ada di sini. Kami juga berharap alamnya tetap dijaga keasliannya dan ekowisatanya terus dikembangkan,” kata Anning.

Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, S.Sos., M.M., menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, JAGUAR menjadi salah satu jejaring strategis untuk memperkenalkan potensi wisata Purworejo kepada pemandu wisata dan pelaku industri perjalanan dari Yogyakarta.

Ia menjelaskan, komunitas tersebut tidak hanya beranggotakan pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), tetapi juga pelaku usaha lain yang berkaitan dengan industri pariwisata.

“Ini sebetulnya menjadi area untuk promosi potensi yang ada di daerah. Mereka ingin berkunjung ke Purworejo, sehingga kami mengenalkan beberapa potensi, mulai dari eks HKS yang merupakan cagar budaya tingkat nasional, Art Center, hingga Pandanrejo,” jelas Woro.

Menurutnya, jejaring tersebut penting karena sebagian pelaku pariwisata yang tergabung dalam JAGUAR melayani wisatawan mancanegara. Wisatawan yang telah berkunjung ke Yogyakarta berpeluang mencari alternatif destinasi lain sebelum melanjutkan perjalanan ke Magelang dan kawasan sekitarnya.

Kondisi itu menjadi peluang bagi Purworejo untuk menawarkan pengalaman wisata yang berbeda, terutama wisata sejarah, budaya, edukasi, dan alam.

“Kami berharap dengan menghadirkan teman-teman JAGUAR ke sini, mereka nantinya bisa membantu mempromosikan potensi wisata Purworejo sehingga semakin banyak pengunjung yang datang,” ujarnya.

Woro menambahkan, destinasi yang dikunjungi merupakan hasil usulan Dinporapar yang kemudian disurvei dan disesuaikan dengan ketersediaan waktu rombongan. Di Pandanrejo, sejumlah aktivitas digabungkan dalam satu lokasi agar peserta dapat mengenal beragam potensi tanpa harus berpindah ke banyak titik.

Ia juga menilai kunjungan tersebut memberikan manfaat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat hubungan dengan pelaku pariwisata sekaligus mempelajari cara mengemas potensi lokal menjadi produk wisata yang menarik.

Di sisi lain, Dinporapar masih berupaya memperluas daya tarik destinasi wisata agar tidak hanya bertumpu pada objek wisata tertentu.

Woro mengungkapkan, kunjungan wisata dan kontribusi pendapatan daerah masih didominasi destinasi pantai, khususnya Pantai Jatimalang, serta kolam renang. Karena itu, pengembangan destinasi lain perlu terus dilakukan melalui pembenahan fasilitas, penguatan promosi, dan penyelenggaraan kegiatan yang mampu menarik pengunjung.

“Kita mesti tetap berbenah. Untuk wisatawan, kunjungan kita masih banyak di pantai. Karena itu, kita mencoba mengadakan event-event kecil di beberapa tempat wisata, tetapi diharapkan memberikan dampak,” katanya.

Dinporapar juga tengah memproses penambahan materi pameran di Art Center Purworejo. Pengembangan tersebut diharapkan memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah dan tokoh-tokoh Purworejo.

Bagi Woro, promosi pariwisata tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Diperlukan jejaring yang berkelanjutan dengan pemandu wisata, agen perjalanan, dan pelaku industri pariwisata agar potensi daerah benar-benar masuk dalam pilihan perjalanan wisatawan.

Kunjungan JAGUAR pun diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Purworejo sebagai destinasi alternatif yang menawarkan perpaduan wisata heritage, budaya, kerajinan, edukasi peternakan, dan ekowisata.

Dengan penguatan kolaborasi tersebut, Purworejo diharapkan tidak hanya menjadi daerah yang dilewati wisatawan, tetapi juga menjadi tujuan yang layak disinggahi, dieksplorasi, dan direkomendasikan dalam paket perjalanan wisata. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.