PURWOREJO, purworejo24.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, setara, dan tanpa diskriminasi. Melalui kegiatan Sinau Bareng (Naubar) bertema KPU Kabupaten Purworejo Ramah Disabilitas: Belajar Bahasa Isyarat untuk Meningkatkan Layanan Publik, jajaran KPU dibekali keterampilan berkomunikasi dan etika melayani penyandang disabilitas.
Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor KPU Kabupaten Purworejo, Kamis (8/10/2026), menghadirkan dua tenaga pendidik SLB Muhammadiyah Purworejo, Nurma Anggi Setyo Arti dan Sugiyanto. Peserta mendapatkan materi sekaligus praktik komunikasi dengan penyandang disabilitas tuli dan netra.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Purworejo, Abdul Azis, mengatakan pelayanan inklusif membutuhkan keterampilan teknis sekaligus empati agar seluruh masyarakat memperoleh layanan yang setara.
“Untuk mewujudkan pelayanan yang responsif dan ramah disabilitas, aparatur KPU Kabupaten Purworejo memerlukan pembekalan teknis serta pemahaman empati yang mendalam. KPU berkomitmen penuh memberikan pelayanan yang setara, ramah, dan tanpa diskriminasi kepada seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Dalam sesi komunikasi dengan penyandang disabilitas tuli, Nurma Anggi menjelaskan sejumlah metode yang dapat digunakan, mulai dari bahasa isyarat, gerakan tubuh (gesture), tulisan, hingga media visual. Artikulasi yang jelas dan berbicara secara perlahan juga membantu memperlancar komunikasi.
Menurutnya, pelayanan inklusif tidak harus dimulai dengan penguasaan bahasa isyarat yang kompleks. Hal terpenting adalah memberikan perhatian, menjaga kontak mata, serta menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kebutuhan lawan bicara.
Sementara itu, Sugiyanto memberikan materi tentang etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas netra, termasuk cara menawarkan pendampingan serta mengenalkan alat bantu seperti tongkat penuntun, huruf Braille, media audio, dan perangkat pembaca Braille. Pemahaman tersebut penting untuk memastikan proses pelayanan berlangsung aman dan nyaman.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui simulasi dan praktik langsung. Para staf KPU berkesempatan mempraktikkan komunikasi bahasa isyarat sekaligus mempelajari teknik dasar mendampingi penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan ini, KPU Purworejo berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari, khususnya dalam penyampaian informasi kepemiluan.
Upaya tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses informasi yang memadai serta dapat menggunakan hak politiknya secara setara dalam setiap tahapan pemilu.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









