PURWODADI, purworejo24.com – Tradisi Merti Jaladri kembali digelar dengan khidmat dan meriah di kawasan Pantai Dewaruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Senin (6/7/2026).
Tradisi sedekah laut yang telah berlangsung sekitar 25 tahun ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki sekaligus doa memohon keselamatan bagi para nelayan dan pelaku usaha di kawasan pantai.
Kepala Desa Jatimalang, Suwarto, mengatakan Merti Jaladri merupakan warisan budaya leluhur yang rutin diselenggarakan setiap bulan Suro.
Kata merti bermakna memelihara atau memperingati, sedangkan jaladri berarti laut, sehingga tradisi ini menjadi wujud penghormatan masyarakat terhadap laut sebagai sumber kehidupan.
“Merti Jaladri merupakan ungkapan syukur atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat, sekaligus doa agar para nelayan dan warga selalu diberi keselamatan serta rezeki yang melimpah,” ujarnya.
Pada tahun ini, lebih dari 80 tumpeng dibawa oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari kelompok nelayan, pemilik perahu, pedagang, RT, Pokdarwis, pemerintah kecamatan hingga instansi terkait.
Prosesi puncak ditandai dengan larung tumpeng ke laut menggunakan tumpeng milik Kelompok Nelayan Jati Mulyo yang berisi hasil bumi sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih kepada alam.
Menurut Suwarto, pemilihan hasil bumi sebagai isi tumpeng memiliki makna filosofis.
Masyarakat telah mengambil hasil dari laut, sehingga sebagai bentuk keseimbangan dan penghormatan kepada alam, yang dilarung justru hasil bumi.
Sementara tumpeng yang diperebutkan masyarakat melambangkan kebersamaan, berbagi berkah, dan rasa syukur.
Rangkaian Merti Jaladri berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin, dengan beragam kegiatan budaya dan hiburan, seperti marching band, pameran UMKM, pembagian bibit tanaman, lomba anak-anak, pentas kreativitas pelajar SMP se-Kecamatan Purwodadi, hingga pagelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai penutup acara.

Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Jatimalang dan masyarakat dalam menjaga tradisi yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Jawa.
Menurutnya, Merti Jaladri tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Pantai Dewaruci.
Rangkaian kegiatan yang digelar selama tiga hari terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Purworejo, lanjut Dion, akan terus mendukung penyelenggaraan Merti Jaladri melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta organisasi perangkat daerah agar tradisi ini semakin berkembang sebagai agenda budaya unggulan yang dikenal hingga tingkat nasional bahkan mancanegara.
Merti Jaladri menjadi bukti bahwa tradisi leluhur tidak hanya menjaga identitas budaya masyarakat pesisir, tetapi juga mengajarkan nilai gotong royong, rasa syukur, kepedulian terhadap alam, serta semangat melestarikan kearifan lokal sebagai warisan budaya Jawa yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









