BAGELEN, purworejo24.com – Grup Dolalak Setyo Putri Lestari dari Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Gelar Seni Purworejo 2026 yang mengusung tema “Dari Panggung Budaya Menuju Destinasi Wisata”.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah tersebut berlangsung di Lapangan Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Rabu (8/7/2026).
Dalam festival budaya yang diikuti berbagai kelompok seni dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Purworejo tersebut, Grup Dolalak Setyo Putri Lestari sukses membawa pulang sejumlah penghargaan bergengsi.
Mereka meraih Juara 1 Penampil Terbaik, Juara 3 Tata Rias dan Busana, Juara 3 Vokal, Juara 3 Penampil Kelompok Terbaik, serta Juara Harapan 1 kategori Wiyogo atau Pengrawit.
Ketua II Paguyuban Setyo Putri Lestari, Yuswo Widodo, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh anggota yang telah mempersiapkan penampilan secara maksimal.
“Kami sangat bersyukur dan bangga bisa mewakili Desa Purwodadi sekaligus Kecamatan Purwodadi. Yang lebih membahagiakan adalah semangat persaudaraan dan sportivitas antarpeserta yang begitu terasa selama acara berlangsung,” ujarnya.
Grup Dolalak Setyo Putri Lestari Purwodadi tampil dengan total 19 personel, terdiri dari 10 penari dan 9 wiyogo atau pemusik tradisional.
Dari alokasi waktu maksimal 60 menit yang diberikan panitia, mereka berhasil menyajikan pertunjukan selama 51 menit dengan menampilkan kekuatan seni Dolalak pakem khas Purworejo.
Paguyuban Setyo Putri Lestari sendiri telah berdiri sejak tahun 2022 dan secara resmi terdaftar melalui Surat Keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo pada tahun 2025.
Sebelumnya, kelompok ini juga pernah menorehkan prestasi sebagai Tim Dolalak Terbaik II se-Kabupaten Purworejo pada peringatan Hari Ulang Tahun DPRD Purworejo tahun 2023.
Yuswo berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan kesenian daerah, khususnya Dolalak yang menjadi identitas budaya Kabupaten Purworejo.
“Kami berharap regenerasi penari dan pemusik Dolalak tidak pernah terputus. Jangan sampai kesenian asli Purworejo ini tergeser oleh hiburan modern. Budaya harus tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Event Organizer kegiatan, Haidar Ugroseno, S.Sos., menjelaskan bahwa festival ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata lokal.
Selain menjadi ajang unjuk kreativitas seniman daerah, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali potensi wisata di Desa Kemanukan dan sekitarnya yang sebelumnya sempat meredup akibat kurangnya pengelolaan.
“Budaya dan pariwisata merupakan dua sektor yang saling mendukung. Ketika kegiatan budaya hidup, maka ekonomi masyarakat dan UMKM di sekitar destinasi wisata juga ikut bergerak,” jelasnya.
Festival tersebut menampilkan beragam kesenian tradisional seperti Incling Sari Widodo (Kemanukan), Kuda Lumping Gagak Hidayat (Semagung), Kuda Lumping Krida Budaya (Soko), Kuda lumping Sokoagung, Kuda Lumping Atmojo Margono (Bagelen), Tari Gambong (Kemanukan), Bendrong dari Desa Kemanukan dan Jatilan Kemanukan serta tampilan Dolalak dari Purwodadi.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Purworejo.
Melalui Gelar Seni Purworejo 2026, semangat nguri-uri budaya pakem lawasan kembali digaungkan sebagai upaya menjaga warisan budaya agar tetap lestari sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mampu menggerakkan perekonomian daerah. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









