PURWOREJO, purworejo24.com – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menjadikan sektor kesehatan sebagai salah satu fokus utama program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui layanan Mobil Klinik TBIG (Monik TBIG).
Program tersebut dirancang untuk memperluas akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.
Head of CSR Department TBIG Arief Wibisono mengatakan, perusahaan memandang kesehatan sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang produktif. Karena itu, pelaksanaan CSR tidak berhenti pada pemberian bantuan, melainkan diarahkan untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
“Yang kami upayakan bukan menggantikan peran pemerintah, tetapi membantu menjalankan program pemerintah sehingga manfaatnya semakin luas,” kata Arief pada kelas daring Journalism Fellowship On CSR Batch III, 26 Juni 2026.
Menurut dia, seluruh program kesehatan dirancang secara terukur dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, media, hingga mitra kerja. Setiap kegiatan memiliki target, indikator keberhasilan, dan evaluasi dampak sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
TBIG menempatkan kesehatan sebagai satu dari empat pilar utama CSR bersama pendidikan, lingkungan, serta budaya dan pemberdayaan ekonomi. Pemilihan fokus tersebut didasarkan pada kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dalam implementasinya, seluruh program mengacu pada standar ISO 26000 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ketiga mengenai kehidupan sehat dan kesejahteraan.
Salah satu program unggulan perusahaan adalah Mobil Klinik TBIG atau Monik TBIG. Program ini memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi mengenai pola hidup sehat, pola konsumsi sehat, sanitasi sehat, hingga bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana.
“Berdasarkan data perusahaan, hingga kini Monik TBIG telah memberikan manfaat kepada 191.765 penerima, didukung enam unit mobil klinik yang menjangkau 34 provinsi dan 170 kabupaten/kota di Indonesia,” katanya.
Arief menjelaskan, perusahaan percaya bahwa CSR harus menghasilkan dampak yang dapat diukur, bukan sekadar melaksanakan kegiatan seremonial. Oleh karena itu, evaluasi terhadap setiap program menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat yang diterima masyarakat.
Selain layanan kesehatan, TBIG juga menjalankan berbagai program lain seperti beasiswa, pendidikan vokasi, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, pemberdayaan UMKM, Rumah Batik TBIG, Rumah Kuliner TBIG, hingga pelatihan guru dan pelajar SMK.
“Seluruh program tersebut dirancang untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan,” katanya.
Melalui pendekatan tersebut, TBIG berharap CSR tidak hanya memperkuat reputasi perusahaan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung pembangunan Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









