PURWOREJO, purworejo24.com – Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah industri media secara drastis. Jika dahulu sebuah siaran langsung membutuhkan studio, kamera besar, satelit, hingga belasan kru, kini seorang jurnalis cukup berbekal telepon pintar untuk melaporkan peristiwa secara real time kepada publik.
Hal itu disampaikan praktisi media Jamalul Insan, mantan wartawan media nasional MNC TV dan mantan anggota dewan pers saat memaparkan perkembangan tren jurnalisme audio visual di era digital dalam pelatihan jurnalistik daring pada Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, perubahan teknologi telah melahirkan pola kerja baru yang membuat proses produksi berita menjadi lebih cepat, murah, dan efisien.
“Kalau dulu siaran langsung membutuhkan modal besar dan banyak kru, sekarang satu orang bisa mengambil gambar, melakukan wawancara, menulis berita, lalu langsung menyiarkannya kepada publik,” kata Jamalul.
Ia menjelaskan, setidaknya terdapat tiga tren besar yang saat ini mendominasi dunia jurnalisme audio visual, yakni mobile journalism (MoJo), konten video vertikal berdurasi pendek, dan podcast.
Menurut Jamalul, mobile journalism menjadi salah satu revolusi terbesar dalam dunia media. Melalui konsep ini, seorang jurnalis dapat melakukan seluruh proses peliputan hanya menggunakan ponsel pintar.
Ponsel yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai alat komunikasi kini berubah menjadi “stasiun produksi” yang dapat digunakan kapan saja dan di mana saja.
“Datang ke lokasi kejadian, langsung live melalui media sosial. Tidak perlu lagi studio, satelit, atau kru yang banyak. Semua bisa dilakukan secara mandiri,” ujarnya.
Keunggulan utama mobile journalism, lanjut dia, terletak pada efisiensi operasional dan kecepatan penyampaian informasi. Jurnalis tidak lagi bergantung pada peralatan mahal maupun dukungan tim besar untuk menghasilkan liputan berkualitas.
Selain itu, model peliputan menggunakan ponsel juga dinilai mampu menciptakan suasana wawancara yang lebih santai dan akrab.
Jamalul mengatakan, kehadiran kamera besar dan berbagai peralatan produksi sering kali membuat narasumber merasa canggung. Sebaliknya, penggunaan ponsel membuat proses wawancara terasa lebih natural sehingga komunikasi dapat berlangsung lebih nyaman.
“Interaksi menjadi lebih intim. Kadang seperti ngobrol biasa, tetapi sebenarnya proses wawancara sudah berjalan dan menghasilkan informasi yang dibutuhkan,” jelasnya.
Tren kedua yang berkembang pesat adalah konten video vertikal berdurasi pendek atau short form vertical video. Format ini populer melalui berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.
Menurut Jamalul, audiens saat ini lebih menyukai informasi yang disajikan secara ringkas, cepat, dan mudah dipahami. Karena itu, media massa juga mulai menyesuaikan strategi penyajian konten mereka dengan kebutuhan pasar.
“Video pendek mampu memberikan informasi penting dalam waktu singkat, sehingga lebih mudah diterima masyarakat,” katanya.
Sementara itu, tren ketiga adalah podcast yang kini semakin diminati berbagai kalangan, mulai dari tokoh politik, aktivis, hingga perusahaan media.
Ia menilai podcast berkembang bukan hanya sebagai sarana berbagi informasi, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru melalui iklan dan monetisasi platform digital.
“Awalnya banyak yang menganggap podcast hanya aktivitas iseng, tetapi sekarang justru menjadi salah satu format konten yang menghasilkan dan memiliki audiens yang loyal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jamalul mengungkapkan bahwa dominasi video dalam konsumsi informasi masyarakat sudah tidak terbantahkan. Berdasarkan berbagai laporan trafik internet global, sekitar 82 persen lalu lintas internet saat ini didominasi oleh konten video.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan media konvensional untuk segera beradaptasi.
“Kalau media masih hanya berfokus pada format lama, tentu akan tertinggal. Industri media harus mengikuti perubahan perilaku audiens agar tetap relevan,” tegas Jamalul. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







