PURWOREJO, purworejo24.com – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPurworejo) menggelar rapat senat terbuka dalam rangka pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Sudar, M.Pd, pada Rabu (29/4/2026) di Auditorium Kasman Singodimedjo.
Prosesi berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan iringan gending yang dibawakan mahasiswa UMPurworejo serta dihadiri sivitas akademika dan sejumlah tamu undangan.
Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Dr. Sudar dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang kepakaran linguistik terapan.
Ia mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Digital Bahan Bacaan Islami English Text Berbasis Morfologi” yang menitikberatkan pada upaya meningkatkan keterampilan membaca kritis, penguasaan kosakata, serta pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam pembelajaran Bahasa Inggris di perguruan tinggi.
Rektor UMPurworejo, Dr. Teguh Wibowo, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Ia menegaskan bahwa pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kualitas akademik kampus.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah mengukuhkan Prof. Dr. Sudar, M.Pd sebagai guru besar kelima di UMPurworejo. Dari sekitar 132 dosen yang kita miliki, capaian ini menjadi motivasi bagi dosen lain untuk terus meningkatkan jenjang akademiknya. Ini juga membuktikan komitmen UMPurworejo dalam meningkatkan kualitas akademik dan daya saing di tingkat nasional,” ujarnya.
Menurutnya, capaian guru besar masih tergolong langka di sejumlah perguruan tinggi di wilayah sekitar, sehingga keberhasilan ini menjadi nilai strategis bagi UMPurworejo, khususnya di kawasan Kedu Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menanggapi rencana kehadiran kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Purworejo.
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah daerah, seraya menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi.
“Kami mendukung rencana tersebut. Kehadiran UNY di Purworejo diharapkan dapat mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan daya tarik pendidikan tinggi. Kami berharap bisa berkolaborasi, saling menguatkan, bukan bersaing secara tidak sehat,” katanya.
Ia menambahkan, UMPurworejo telah melakukan komunikasi awal agar program studi yang dibuka nantinya tidak tumpang tindih.
“Harapannya, program studi yang dikembangkan berbeda, misalnya di bidang pariwisata atau bidang lain yang belum ada di UMPurworejo,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan pentingnya relevansi program studi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Ia menilai, tidak semua lulusan harus terserap di industri besar, khususnya untuk bidang pendidikan.
“Untuk FKIP, dunia kerjanya adalah sekolah-sekolah. Jadi relevansi itu harus dipahami secara kontekstual, tidak selalu industri besar, tetapi sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan,” jelasnya.
UMPurworejo juga menargetkan capaian akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) dengan predikat unggul pada akhir 2026.
Setelah itu, kampus berencana mengembangkan program studi baru, terutama di bidang kesehatan dan keolahragaan.
“Saat ini kami memiliki enam fakultas dan 18 program studi, serta dua program pascasarjana. Ke depan, kami akan membuka prodi-prodi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk bidang kesehatan,” ungkapnya.
Rektor juga mendorong seluruh dosen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualifikasi akademik.
“Dosen harus adaptif, inovatif, dan terus berkembang. Jika tidak, kita akan tertinggal oleh perubahan zaman,” tegasnya.
Pengukuhan Prof. Dr. Sudar sebagai Guru Besar ke-5 di UMPurworejo diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








