BENER, purworejo24.com — Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa terus digencarkan NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Purworejo.
Melalui program Desa NU (DESANU), LAZISNU menghadirkan pendampingan berkelanjutan berupa pelatihan budidaya pisang kepok bagi warga Desa Kedungloteng, Kecamatan Bener, Selasa (28/4/2026).
Program ini tidak sekadar penyaluran bantuan, melainkan dirancang sebagai langkah pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Selama enam bulan pendampingan, kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas warga agar mampu mengelola sumber daya desa secara mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.
Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan dengan antusias. Untuk memastikan kualitas materi, LAZISNU menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten Purworejo.
Pemateri, Maryono, menyampaikan materi mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik penanaman, hingga perawatan tanaman.
Peserta juga diajak praktik langsung guna memperkuat pemahaman secara aplikatif.
Pemilihan pisang kepok sebagai komoditas unggulan dinilai tepat karena memiliki nilai ekonomi yang relatif stabil dan pasar yang luas.
Dengan pengelolaan yang baik, komoditas ini berpotensi menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat desa.
Sebagai bentuk dukungan konkret, LAZISNU Purworejo turut menyalurkan 200 bibit pisang kepok unggulan kepada warga untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Ketua PCNU Kabupaten Purworejo, Muhammad Haekal, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk ikhtiar bersama yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dikelola secara optimal.
“Program ini berangkat dari aspirasi warga Kedungloteng. Kami berharap bibit yang disalurkan dapat dirawat dengan baik sehingga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Desa Kedungloteng, Sahil Tobaroni, turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, pelatihan ini membuka peluang baru bagi peningkatan kapasitas dan kesejahteraan warga.
“Kami berharap kegiatan ini benar-benar berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.
Salah satu peserta, Aris, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi petani. Ia optimistis hasil panen ke depan akan lebih baik.
“Kami mendapat cara baru dalam budidaya pisang. Harapannya, hasil panen bisa meningkat,” ungkapnya.
Kegiatan yang digelar di Balai Desa Kedungloteng ini merupakan hasil sinergi UPZIS setempat bersama berbagai pihak, termasuk dukungan dari DRW Skincare Purworejo dan Baqnu Purworejo.
Melalui pendekatan filantropi yang berorientasi pada pemberdayaan, LAZISNU Purworejo berharap masyarakat Desa Kedungloteng dapat tumbuh menjadi komunitas yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi berbasis desa. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








