PURWODADI, purworejo24.com — Sebanyak delapan kepala sekolah dasar di wilayah Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Korwilcambidik) Purwodadi mengikuti serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di Aula PKG Purwodadi, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan 128 kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Purworejo pada Kamis (23/4/2026) lalu.
Sertijab ditandai dengan penandatanganan berita acara sebagai simbol resmi peralihan kepemimpinan.
Delapan kepala sekolah yang dikukuhkan dan melaksanakan sertijab yakni Sri Wijianti, S.Pd. (SDN Keduren), Asih Susanti, S.Pd. (SDN Karangmulyo), Dewi Sulistiyani, S.Pd. (SDN Kesugihan), Any Kuryani, S.Pd. (SDN Jenarkidul), Puji Lestari, S.Pd. (SDN Bubutan), Muh Farid Mahruf, S.Pd. (SDN Sidoharjo), Istri Ponirah, M.Pd. (SDN Jogoresan), serta Nur Kuncoro, S.Pd. (SDN 2 Jenarwetan).
Ketua panitia kegiatan, Muhlisin, menjelaskan bahwa komposisi kepala sekolah yang menjalani sertijab cukup beragam.
“Dari delapan kepala sekolah ini, dua merupakan kepala sekolah baru hasil rotasi dari wilayah Bagelen ke Purwodadi, dua lainnya promosi dari guru menjadi kepala sekolah, dan sisanya merupakan mutasi di wilayah Purwodadi,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam, yakni Camat, Kapolsek, dan Danramil, serta perwakilan Korwilcambidik Bagelen dan Gebang, komite sekolah, pasangan kepala sekolah yang dilantik, dan para kepala sekolah se-wilayah Purwodadi.
Koordinator Wilcambidik Purwodadi, Hariyati, menyampaikan bahwa sertijab ini menjadi momentum penyegaran organisasi sekaligus upaya mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang selama ini masih terjadi di sejumlah satuan pendidikan.
“Saat ini di Purwodadi terdapat 26 sekolah, terdiri dari 25 negeri dan 1 swasta. Dari jumlah tersebut, masih ada dua sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif, yakni SD Blendung dan SDN Purwodadi yang masih dijabat pelaksana tugas (Plt),” jelasnya.
Ia berharap, dengan adanya pengangkatan kepala sekolah baru, kinerja satuan pendidikan dapat semakin meningkat, terutama dalam penguatan pendidikan karakter dan manajemen sekolah.
Meski demikian, ia mengakui bahwa proses pengangkatan kepala sekolah kerap memerlukan waktu panjang, bahkan berbulan-bulan, karena tahapan administrasi dan penyesuaian sistem.
“Kadang perubahan sistem juga menjadi kendala dalam proses pengisian jabatan, sehingga ada kekosongan yang belum bisa segera terisi. Namun, kami bersyukur saat ini sekitar 80 persen sekolah sudah memiliki kepala sekolah definitif,” tambahnya.
Hariyati juga mengajak seluruh pihak, termasuk komite sekolah dan masyarakat, untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan di wilayah Purwodadi.
Pasalnya, sebagian besar sekolah di wilayah tersebut memiliki jumlah peserta didik relatif kecil, sehingga membutuhkan sinergi berbagai pihak agar tetap berkembang.
“Di Purwodadi, sekolah dengan jumlah siswa di atas 100 hanya sekitar lima sekolah. Karena itu, dukungan komite, orang tua, dan masyarakat sangat penting untuk kemajuan pendidikan,” tandasnya.
Dengan kepemimpinan baru yang diharapkan membawa semangat dan inovasi, dunia pendidikan di Purwodadi diharapkan semakin adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








