PURWOREJO, purworejo24.com – Dalam suasana Syawal yang penuh keberkahan, Pondok Pesantren Darut Tauhid Purworejo menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2021–2026, KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya. Kunjungan tersebut berlangsung khidmat dan sarat makna sebagai upaya mempererat tali silaturahmi serta ukhuwah Islamiyah.
Ponpes Darut Tauhid yang berlokasi di Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo, selama ini dikenal istiqamah dalam melanjutkan dakwah dan pendidikan keislaman. Estafet kepengasuhan yang sebelumnya diemban oleh almarhum KH Thoifur Mawardi kini dilanjutkan oleh putra beliau, Gus Sahnun Thoifur, dengan semangat pengabdian dan konsistensi.
Gus Sahnun menyampaikan bahwa kehadiran Gus Yahya di tengah keluarga besar pesantren menjadi momentum penting dalam menghidupkan tradisi silaturahmi, khususnya di bulan Syawal yang penuh nilai keberkahan.
“Momentum Syawal ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi. Dalam ajaran Islam, silaturahmi bukan sekadar pertemuan, melainkan jalan turunnya keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh para santri dan pengasuh pesantren, sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan antara ulama dan umat dalam bingkai kebersamaan dan persaudaraan.
Dalam kesehariannya, Ponpes Darut Tauhid tetap konsisten menghidupkan tradisi pesantren salaf. Para santri menjalani proses pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara nilai spiritual dan intelektual, mulai dari tilawah Al-Qur’an, madrasah diniyah, hingga pengajian bandongan yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren.
Selain itu, kajian kitab-kitab turats seperti Jurumiyah hingga Alfiyah juga menjadi bagian penting dalam membentuk kedalaman ilmu dan keteguhan pemahaman keagamaan para santri.
Saat ini, jumlah santri di Ponpes Darut Tauhid mencapai sekitar 2.800 orang, terdiri dari santri putra dan putri. Para alumni pesantren ini pun telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, mengemban amanah dakwah serta mendirikan lembaga pendidikan Islam di sejumlah wilayah, seperti Kalimantan, Dieng, Bekasi, hingga Cikarang.
“Alhamdulillah, para alumni terus menebarkan dakwah dan kebermanfaatan. Semoga menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menerangi umat,” ungkap Gus Sahnun.
Ke depan, Ponpes Darut Tauhid diharapkan terus menjadi pusat lahirnya generasi dai yang istiqamah, membawa risalah Islam rahmatan lil ‘alamin, serta berpegang teguh pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.
“Semoga Darut Tauhid terus menjadi mata air dakwah yang jernih, melahirkan dai-dai yang teguh di jalan Allah SWT,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







