LebaranReligi

Ngaji Budaya dan Wayang Santri di Puspo Bruno, Dakwah Kultural NU Diminati Warga

51
×

Ngaji Budaya dan Wayang Santri di Puspo Bruno, Dakwah Kultural NU Diminati Warga

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan pengajian
Saat kegiatan pengajian

BRUNO, purworejo24.com – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PR NU) Desa Puspo, Kecamatan Bruno, menggelar kegiatan Ngaji Budaya bersama Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Purworejo, Selasa (14/4/2026) malam.

Kegiatan yang dirangkai dengan pagelaran Wayang Santri ini berlangsung di halaman Masjid Al-Ikhlas, kompleks Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Surodadi Kulon.

Acara menghadirkan Ketua Lesbumi PCNU Purworejo, Kyai Akhmad Hanafi, sebagai narasumber sekaligus dalang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya dakwah kultural Nahdlatul Ulama dalam merawat tradisi lokal sekaligus menyampaikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah secara kontekstual dan mudah diterima masyarakat.

Turut hadir Ketua PCNU Purworejo KH Muhammad Haekal, Ketua MWC NU Bruno KH Mutamim, serta jajaran pengurus NU dan warga nahdliyin setempat yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, KH Muhammad Haekal menegaskan pentingnya pendekatan budaya sebagai media dakwah yang efektif.

Menurutnya, kesenian seperti Wayang Santri mampu menjangkau masyarakat secara luas dengan cara yang halus namun tetap sarat makna.

Budaya adalah jalan dakwah yang mengakar. Wayang santri membuktikan bahwa Islam dan budaya dapat berjalan selaras dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.

Ia juga mendorong generasi muda, khususnya dari wilayah Bruno, untuk melanjutkan pendidikan tinggi di STAINU Purworejo sebagai bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia di lingkungan Nahdliyyin.

Kami mengimbau putra-putri Nahdliyyin untuk melanjutkan studi di STAINU Purworejo, sebagai kampus NU yang terus berkembang dan berkomitmen pada kualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Kyai Akhmad Hanafi dalam sesi Ngaji Budaya menjelaskan bahwa Lesbumi memiliki peran strategis dalam merawat dan menghidupkan kembali tradisi lokal sebagai sarana dakwah.

Ia menekankan pentingnya generasi muda untuk mencintai budaya sebagai bagian dari identitas Islam Nusantara.

Dalam sambutan panitia, Kyai Yaqub Mubarok menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengapresiasi kehadiran jamaah.

Ia berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi masyarakat Dusun Surodadi.

Selain itu, ia juga mengumumkan bahwa pengajian rutin Selasa Legi kembali diaktifkan setelah jeda selama bulan Ramadhan, sekaligus diniatkan sebagai haul para masyayikh dusun, yakni Simbah Kiai Abu Amar, Simbah Kiai Aspar, dan Simbah Kiai Abdul Ghofur.

Masih dalam suasana Syawal, kegiatan ini juga menjadi ajang halal bihalal antara warga dan jamaah, dengan harapan mempererat silaturahmi serta meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.

Pagelaran Wayang Santri yang dibawakan Kyai Akhmad Hanafi berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat.

Cerita yang disajikan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan moral dan nilai-nilai keislaman yang mendalam, sehingga menjadi tontonan sekaligus tuntunan.

Kegiatan Ngaji Budaya ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Halal Bihalal 1447 Hijriah PR NU Puspo.

Melalui sinergi antara struktur organisasi NU dan lembaga kultural seperti Lesbumi, diharapkan nilai-nilai ke-NU-an semakin kuat dan membumi di tengah masyarakat. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.