PURWOREJO, purworejo24.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok yang belakangan dirasakan masyarakat ternyata tidak menyurutkan semangat kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk terus berkhidmah kepada umat.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan rutin selapanan Malam Minggu Pahing Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Gebang yang digelar di Mushola Al Hidayah, Desa Pelutan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Sabtu (13/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran pengurus PAC GP Ansor Gebang, pengurus ranting se-Kecamatan Gebang, serta sejumlah kader Ansor dan Banser. Selain menjadi ajang dzikir dan shalawat bersama, kegiatan itu juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat konsolidasi organisasi dan mempererat tali silaturahmi antaranggota.
Ketua PAC GP Ansor Gebang, Nur Widayanto, mengatakan bahwa tradisi mengaji, dzikir, dan shalawat harus terus dihidupkan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan keagamaan semacam itu menjadi fondasi penting dalam membentuk kader Ansor yang religius, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Tradisi mengaji harus terus dirawat. Ini bukan hanya soal menjaga amaliah keagamaan, tetapi juga bagian dari proses kaderisasi agar lahir generasi Ansor yang memiliki karakter kuat, cinta ulama, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua PC GP Ansor Purworejo, M Tashilul Nanasik. Di hadapan para kader, ia memberikan motivasi agar semangat pengabdian tidak luntur meskipun masyarakat sedang menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Menurut Tashilul, kader Ansor harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan terus menjaga tradisi keagamaan sekaligus aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“BBM naik, sembako naik, tapi khidmah jangan sampai turun. Justru semangat berorganisasi, mengabdi kepada umat, dan menjaga tradisi harus terus meningkat,” kata Tashilul yang disambut antusias para peserta.
Ia menjelaskan, komitmen menjaga tradisi tersebut akan diwujudkan melalui berbagai agenda kolaboratif GP Ansor se-Kabupaten Purworejo dalam menyambut datangnya bulan Muharam 1448 Hijriah.
Menurut dia, Muharam menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah, melestarikan tradisi keislaman yang berkembang di masyarakat, sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi warga.
“Fokus gerakan Ansor saat ini adalah menyemarakkan Muharam melalui kegiatan bersama PAC se-Kabupaten Purworejo,” ujarnya.
Salah satu agenda terdekat yang telah dipersiapkan adalah kegiatan Grebeg Suran dan Kenduri Muharam yang akan digelar di Desa Seren pada 17 Juni 2026 mendatang.
Kegiatan tersebut rencananya akan menghadirkan Ketua MDSRA PC GP Ansor Purworejo, KH Ahmad Hanafi atau yang akrab dikenal sebagai Kiai Dalang Ahmad Hanafi.
Tashilul berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan tradisi yang telah hidup dan berkembang secara turun-temurun.
Selain Grebeg Suran dan Kenduri Muharam, GP Ansor Purworejo juga tengah menyiapkan sejumlah agenda lain yang akan dilaksanakan sepanjang bulan Muharam.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat peran Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang tidak hanya aktif dalam bidang keagamaan, tetapi juga hadir dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Mari bersama-sama merawat tradisi, memperkuat persaudaraan, dan terus menebar manfaat untuk umat. Masih banyak agenda yang akan segera kami umumkan kepada masyarakat,” pungkasnya. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









