Religi

Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Ribuan Jemaah Padati Selapanan Perdana Majelis Hadroh Jagat Sholawat di Kemiri

1
×

Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Ribuan Jemaah Padati Selapanan Perdana Majelis Hadroh Jagat Sholawat di Kemiri

Sebarkan artikel ini
Selapanan Perdana Majelis Hadroh Jagat Sholawat di Kemiri
Selapanan Perdana Majelis Hadroh Jagat Sholawat di Kemiri

KEMIRI, purworejo24.com – Ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo memadati lingkungan Rumah Joglo, Desa Kemiri Kidul, Kecamatan Kemiri, Jumat (12/6/2026) malam.

Mereka mengikuti kegiatan Choerunnisa Bersholawat yang dirangkaikan dengan selapanan perdana Majelis Hadroh Jagat Sholawat dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Gus Alif Mundzri dari Kudus, didampingi H. Sohibal Untung, S.Sos. dan Kyai Afif Jaelani selaku khodimul Majelis Hadroh Jagat Sholawat.

Lantunan sholawat yang diiringi grup hadroh Jagat Sholawat dari Kemiri menggema sejak usai salat Isya hingga larut malam.

Tidak hanya dihadiri warga Kecamatan Kemiri, jemaah juga datang dari berbagai kecamatan lain seperti Grabag, Purwodadi, Pituruh, Bruno, Gebang, dan sejumlah wilayah lainnya.

Kehadiran ribuan jemaah menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang mengedepankan nilai persaudaraan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Pendiri Majelis Hadroh Jagat Sholawat sekaligus tuan rumah, H. Sohibal Untung, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan selapanan pertama sejak majelis tersebut resmi diluncurkan beberapa waktu lalu.

Selapanan Majelis Hadroh Jagat Sholawat ini kami jadwalkan setiap Jumat Kliwon. Malam ini menjadi pelaksanaan perdana sekaligus momentum menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan sholawat tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi masyarakat.

Melalui pembacaan sholawat, umat Islam diajak meneladani akhlak Rasulullah SAW serta memperkuat kebersamaan di tengah kehidupan sosial.

Ia menambahkan, majelis tersebut diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih dekat dengan kegiatan keagamaan yang bermanfaat.

Harapannya, kegiatan sholawat ini menjadi wadah persaudaraan dan silaturahmi masyarakat. Semoga masyarakat semakin religius, hidup guyub rukun, dan anak-anak muda memiliki alternatif kegiatan yang positif serta bernilai ibadah,” katanya.

Secara tradisi Jawa, selapanan merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap 35 hari sekali berdasarkan pertemuan hari pasaran dan hari dalam kalender Jawa.

Tradisi ini banyak diterapkan dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan sebagai sarana menjaga kontinuitas pertemuan dan memperkuat ikatan komunitas.

Selain menjadi bagian dari syiar Islam, kegiatan sholawat juga memiliki nilai edukatif karena mengajarkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Di sejumlah daerah, majelis sholawat bahkan menjadi media pembinaan karakter generasi muda melalui pendekatan budaya dan spiritual yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dengan dimulainya agenda selapanan secara rutin, Majelis Hadroh Jagat Sholawat diharapkan dapat menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat nilai-nilai religius, mempererat persaudaraan, dan menjaga tradisi Islam yang berkembang harmonis dengan budaya lokal di Kabupaten Purworejo. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.