PURWOREJO, purworejo24.com— Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menggelar halal bihalal dan silaturahmi bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Purworejo, pada Minggu (12/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat konsolidasi dalam pengembangan perguruan tinggi NU.
Mengusung tema “Merajut Ukhwah dan Soliditas Warga Nahdliyin Purworejo dalam Penguatan Perguruan Tinggi NU sebagai Pilar Kaderisasi Abad ke-2”, acara diisi dengan dialog interaktif yang menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Sekretaris PCNU Purworejo M. Churdaini, Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo KH. Muhammad Haekal, Ketua STAINU Purworejo Dr. Mustadin Taggala, serta Najanuddin, sebagai fasilitator.
Dalam sambutannya, Dr. Mustadin Taggala menegaskan bahwa perguruan tinggi NU memiliki peran strategis sebagai pusat kaderisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, STAINU harus mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan soliditas ukhuwah yang kuat.
“Perguruan tinggi NU harus menjadi pilar utama dalam mencetak kader yang siap menghadapi tantangan abad ke-2 NU,” ujarnya.
Sementara itu, KH. Muhammad Haekal menekankan pentingnya menjaga soliditas warga Nahdliyin sebagai kekuatan utama dalam menghadapi dinamika sosial dan keagamaan.
Ia menyebut bahwa ukhuwah tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam kerja nyata untuk memperkuat lembaga-lembaga NU, termasuk di bidang pendidikan tinggi.
Sekretaris PCNU Purworejo, M. Churdaini, menambahkan bahwa sinergi antara STAINU dengan PCNU dan MWCNU perlu terus ditingkatkan melalui langkah konkret.
Di antaranya melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan rekrutmen mahasiswa dari kalangan Nahdliyin, serta pengembangan kurikulum berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Dialog berlangsung dinamis dengan melibatkan berbagai unsur peserta, mulai dari pengurus NU, sivitas akademika, hingga tokoh masyarakat.
Berbagai gagasan mengemuka, seperti penguatan program beasiswa, peningkatan kompetensi mahasiswa, hingga strategi kaderisasi jangka panjang.
Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi forum konsolidasi dalam mendorong transformasi STAINU Purworejo menuju Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jawa Tengah.
Dukungan dari seluruh elemen NU di Purworejo dinilai menjadi faktor kunci dalam percepatan proses tersebut.
Dalam forum lanjutan yang dihadiri jajaran PCNU, MWCNU, pengasuh pondok pesantren, kepala sekolah, alumni, dosen, tenaga kependidikan, serta organisasi mahasiswa, disepakati pentingnya menyamakan visi dan memperkuat kolaborasi lintas elemen.
M. Churdaini kembali menegaskan bahwa STAINU merupakan aset bersama warga Nahdliyin.
“Kami siap memberikan dukungan penuh agar STAINU segera bertransformasi menjadi UNU yang berkualitas,” tegasnya.
Senada dengan itu, KH. Muhammad Haekal menyebut kehadiran UNU di Purworejo akan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi Islam yang berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus adaptif terhadap perkembangan global.
Ketua STAINU, Dr. Mustadin Taggala, memaparkan bahwa pihaknya terus memperkuat berbagai aspek, mulai dari tata kelola, kualitas akademik, fasilitas, hingga jaringan kerja sama.
Dukungan luas dari keluarga besar NU disebut sebagai energi penting dalam mewujudkan transformasi tersebut.
Adapun dalam diskusi pengembangan kampus, sejumlah program strategis turut dibahas, seperti peningkatan penerimaan mahasiswa baru, perluasan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu, serta penguatan program bilingual untuk meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda pengembangan STAINU Purworejo, yang sebelumnya juga diisi dengan workshop bersama Lembaga Pendidikan Tinggi PBNU serta peresmian Pusat Bahasa dan Asrama Mahasiswa.
Melalui rangkaian silaturahmi, dialog, dan diskusi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama yang kuat untuk menjadikan STAINU Purworejo sebagai perguruan tinggi NU yang unggul, berkarakter, serta mampu mencetak sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing tinggi. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








