BANYUURIP, purworejo24.com — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan temu kangen purnawirawan mantan anggota Yonif 303/SSM dan Brigif 13/Galuh yang digelar di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi, Desa Mangunrejo, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, pada Minggu (12/4/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang melepas rindu antar rekan seperjuangan, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi di bulan Syawal melalui halal bihalal.
Pengelola Panti Rehabilitasi Sosial Plandi, Suhardi, mengaku sangat bahagia dapat kembali berkumpul dengan rekan-rekannya setelah puluhan tahun berpisah sejak masa tugas di medan berat Timor Timur.
“Sudah sekitar 40 tahun bisa berkumpul lagi. Dulu kita bertugas dalam kondisi serba sulit, bahkan untuk makan pun terbatas. Sekarang bisa bertemu kembali tentu menjadi kebahagiaan tersendiri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pertemuan ini juga menjadi bentuk dukungan moral dari rekan-rekannya terhadap upaya yang ia lakukan dalam mengelola panti rehabilitasi sosial.
Saat ini, panti tersebut tengah mengembangkan fasilitas baru guna meningkatkan layanan bagi para pasien.
Suhardi menjelaskan bahwa pihaknya telah membangun gedung panti baru sejak tahun 2024 dengan kapasitas hingga 100 orang.
Gedung tersebut dilengkapi fasilitas tempat tidur, kasur, serta sarana pendukung lainnya.
“Panti lama sudah penuh dengan sekitar 120 pasien, sehingga kami membangun gedung baru. Saat ini kami mulai membuka penerimaan pasien baru,” jelasnya.
Menariknya, pembangunan panti dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dana fisik dari pemerintah, melainkan hasil kerja sama dan swadaya.
Lingkungan panti juga dirancang asri dengan taman, tanaman hias, serta elemen terapi seperti akuarium, guna membantu pemulihan kondisi mental para pasien.
“Lingkungan yang nyaman diharapkan bisa membantu pasien lebih tenang, tidak jenuh, dan bisa kembali pulih serta berbaur dengan masyarakat,” tambahnya.
Kepala rombongan dari Tasikmalaya, Emed Kasman Jamaludin, mengaku terkesan dengan dedikasi Suhardi.
Ia menyampaikan apresiasi atas upaya yang dinilai luar biasa dalam membina penyandang gangguan kejiwaan hingga sebagian besar dapat kembali pulih.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi usaha Pak Suhardi. Tidak semua orang mampu melakukan hal seperti ini. Bahkan beliau bisa membantu pemulihan hingga sekitar 90 persen,” ujarnya.
Rombongan dari Tasikmalaya sendiri hadir dengan satu bus berisi sekitar 60 orang, khusus untuk bersilaturahmi sekaligus melihat langsung aktivitas di panti.
Ia berharap ke depan semakin banyak pihak yang dapat turut mendukung, baik melalui tenaga, material, maupun doa.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Eks Yonif 303 “Setia Sampai Mati” dan Brigif 13/Galuh wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DIY, Sriyanto, mengungkapkan rasa haru dan bangganya terhadap sosok Suhardi.
“Ini sangat luar biasa. Seorang mantan prajurit mampu mendirikan panti seperti ini. Ini patut menjadi contoh bagi kita semua,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang mempertemukan anggota lintas daerah, meski dengan frekuensi yang berbeda-beda.
Selain menjaga persaudaraan, kegiatan juga menjadi sarana rekreasi bersama keluarga agar tetap sehat dan bahagia.
Acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban, diisi dengan pengajian oleh Ustaz Purnomo, ikrar halal bihalal, saling bersalaman, serta ramah tamah antar peserta.
Melalui kegiatan ini, nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian terus terjaga, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk saling mendukung dan berbagi, terutama dalam membantu sesama yang membutuhkan. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







