PURWOREJO, purworejo24.com — DPRD Kabupaten Purworejo mengingatkan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar dijalankan dengan standar yang baik sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat, termasuk risiko keracunan makanan.
Peringatan tersebut disampaikan perwakilan Komisi IV DPRD Purworejo saat mendampingi pemerintah daerah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Purworejo.
Dalam sidak tersebut, DPRD bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung operasional dapur yang menjadi bagian dari pelaksanaan program makan bergizi yang digagas pemerintah pusat.
Dalam sidak tersebut DPRD menemukan SPPG yang belum mempunyai instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Temuan tersebut berada di Kecamatan Bruno yang beberapa waktu yang lalu ditemukan menu yang tidak standar.
Ketua Komisi IV DPRD Purworejo Sri Susilowati mengatakan, pada prinsipnya pihaknya mendukung penuh program peningkatan gizi masyarakat tersebut. Namun, pelaksanaannya di lapangan harus benar-benar diawasi agar tujuan baik dari program tersebut tidak justru menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
“Kami dari DPRD Komisi IV mewakili masyarakat tentu sangat setuju dengan tujuan pemerintah yang sangat baik ini. Program ini untuk meningkatkan gizi masyarakat, khususnya anak-anak,” ujarnya usai sidak pada Rabu (11/3/2026).
Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan dapur benar-benar memperhatikan aspek kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.
“Tujuan yang baik ini jangan sampai justru menimbulkan masalah di masyarakat itu sendiri. Jangan sampai dengan adanya program makan ini malah terjadi keracunan atau hal-hal yang tidak baik,” katanya.
Anggota DPRD Purworejo Ivan Fatchan Gani Wardhana, S.E. menambahkan pengawasan yang ketat sangat diperlukan mengingat penerima manfaat program tersebut sebagian besar merupakan kelompok rentan, terutama anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
“Apalagi ini untuk anak-anak kita sebagai generasi penerus. Maka kualitas makanan yang diberikan harus benar-benar terjaga,” kata Ivan.
Anggota lainnya H. Much Dahlan, S.E. menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo yang telah bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan sidak ke sejumlah dapur penyedia layanan makan bergizi.
“Terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan terhadap operasional dapur MBG di wilayahnya.
Ia mengatakan bahwa program makan bergizi yang digagas pemerintah pusat memiliki tujuan yang sangat penting, yakni memastikan masyarakat terutama anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa standar kualitas makanan serta keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.
“Program ini tujuannya sangat baik, yaitu untuk memastikan masyarakat dan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang cukup. Karena itu pelaksanaannya juga harus benar-benar sesuai standar,” katanya.
Dalam sidak tersebut, pemerintah daerah bersama DPRD Purworejo juga meninjau berbagai aspek operasional dapur, mulai dari proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, hingga sistem pengelolaan limbah.
Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap melalui pengawasan yang dilakukan secara berkala, pelaksanaan program makan bergizi gratis di wilayah tersebut dapat berjalan dengan baik serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan persoalan baru. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








