Info Jalan

Perbaikan Jalur Mudik Jateng–DIY Dikebut, BPJN Pastikan Ruas Jladri–Wawar–Congot Zero Lubang Jelang Lebaran

28
×

Perbaikan Jalur Mudik Jateng–DIY Dikebut, BPJN Pastikan Ruas Jladri–Wawar–Congot Zero Lubang Jelang Lebaran

Sebarkan artikel ini
Lubang jalan Dendels yang sudah selesai di tambal
Lubang jalan Dendels yang sudah selesai di tambal

PURWOREJO, purworejo24.com – Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta terus mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama pemudik.

Salah satu fokus penanganan berada pada ruas Jladri–Tambakmulyo–Wawar hingga Wawar–Congot yang melintasi wilayah Kabupaten Kebumen dan Purworejo.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Provinsi Jawa Tengah, Wahyuningsih Tri Hermani, menjelaskan bahwa perbaikan jalan dilakukan sepanjang 66,67 kilometer. Penanganan tersebut mencakup ruas Jladri–Tambakmulyo–Wawar sepanjang 50,52 kilometer serta ruas Wawar–Congot sepanjang 16,42 kilometer.

Menurutnya, kedua ruas tersebut menjadi prioritas karena merupakan jalur strategis yang menghubungkan arus kendaraan dari Jawa Tengah menuju Yogyakarta maupun sebaliknya.

Perbaikan jalur mudik pada PPK 2.6 Jawa Tengah kami lakukan sepanjang 66,67 kilometer. Fokus utama saat ini adalah penanganan jalan berlubang dan kerusakan ringan, agar jalan aman dan nyaman dilalui pemudik,” ujar Wahyuningsih, pada Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, pada tahun ini BPJN tidak melakukan pekerjaan pelebaran jalan di ruas tersebut. Upaya yang dilakukan lebih difokuskan pada pemeliharaan perkerasan jalan agar kondisi jalan tetap optimal saat dilalui kendaraan dalam jumlah besar selama musim mudik.

Saat ini, BPJN menurunkan enam tim penanganan cepat (patching) yang bekerja di lapangan untuk memperbaiki kerusakan jalan di sepanjang ruas Jladri–Tambakmulyo–Wawar–Congot. Hingga mendekati H-10 Lebaran, sebagian besar lubang jalan telah tertangani.

Kami menargetkan pada H-10 Lebaran kondisi jalan sudah zero lubang, sehingga jalur mudik benar-benar siap dilalui masyarakat,” jelasnya.

Selain pemeliharaan rutin, pada tahun ini BPJN juga memiliki paket pekerjaan preservasi jalan yang meliputi rekonstruksi jalan sepanjang 400 meter, rehabilitasi minor sepanjang 1,66 kilometer, serta rehabilitasi mayor sepanjang 1 kilometer.

Namun hingga H-10 Lebaran, pekerjaan yang telah dilakukan baru sebagian rehabilitasi minor, sedangkan sisa pekerjaan akan dilanjutkan setelah masa mudik dan Lebaran selesai.

Untuk mendukung kegiatan pemeliharaan jalan tersebut, PPK 2.6 Jawa Tengah memperoleh anggaran sekitar Rp1,99 miliar yang digunakan untuk pemeliharaan rutin dan menjaga kondisi jalan sepanjang 66,67 kilometer.

Wahyuningsih mengakui bahwa tantangan terbesar dalam proses perbaikan jalan pada awal tahun ini adalah tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.

Kondisi tersebut berpotensi mempercepat kerusakan jalan. Namun pihaknya menyiasatinya dengan menambah jumlah tim di lapangan agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.

Curah hujan yang cukup tinggi memang menjadi tantangan. Namun kami menambah tim patching agar penanganan bisa lebih cepat sehingga target jalan bebas lubang menjelang mudik dapat tercapai,” katanya.

Sebagai bentuk pelayanan bagi para pemudik, BPJN juga menyiapkan Posko Lebaran yang berada di Rest Area Martani KM 78+600 pada ruas Jladri–Tambakmulyo–Wawar. Posko tersebut disiagakan untuk mendukung kelancaran arus mudik serta memberikan bantuan apabila terjadi kendala di jalan.

BPJN juga mengimbau para pemudik agar tetap memperhatikan keselamatan selama perjalanan.

Kami berharap jalur mudik yang kami siapkan dapat dilalui dengan aman dan nyaman. Kami juga mengimbau pemudik untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan, serta beristirahat jika merasa lelah,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT New Cakti, Lalu Panji Gusangan, bersama Pelaksana Lapangan PT New Cakti, Arif Yuda Irwanto, ST, menyampaikan bahwa sejumlah pekerjaan penanganan jalan sebenarnya sudah dilakukan di lapangan.

Ia menilai munculnya video yang viral dengan menampilkan jalan berlubang di media sosial kemungkinan merupakan rekaman kondisi lama sebelum perbaikan dilakukan.

Sebagian pekerjaan sebenarnya sudah dikerjakan. Namun muncul video lubang lama sehingga seolah-olah pekerjaan belum dilakukan. Kami menargetkan Jumat, 13 Maret 2026 ini, kondisi jalan sudah zero lubang dan clear,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tim di lapangan tetap bersiaga melalui pos-pos Binamarga untuk memastikan kondisi jalan tetap terpantau selama arus mudik berlangsung.

Menurutnya, ruas jalur Deandels yang berada di wilayah pesisir memang cukup panjang dengan kebutuhan penanganan yang besar. Dengan panjang sekitar 60 kilometer, penanganannya selama ini lebih banyak berupa tambal sulam karena keterbatasan anggaran.

Meski demikian, saat ini mulai ada perhatian melalui berbagai program penanganan jalan.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan jalur nasional yang melintasi Purworejo dan Kebumen dapat memberikan kenyamanan, keamanan, serta kelancaran bagi para pemudik yang melintasi wilayah tersebut menuju Yogyakarta maupun daerah lainnya selama musim mudik Lebaran tahun ini. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.