Info Jalan

DPUPR Purworejo Genjot Perbaikan Jalan Jelang Arus Mudik 2026, Fokus Jalur Alternatif dan Titik Rawan

39
×

DPUPR Purworejo Genjot Perbaikan Jalan Jelang Arus Mudik 2026, Fokus Jalur Alternatif dan Titik Rawan

Sebarkan artikel ini
Petugas saat melaksanakan pekerjaan pemeliharaan jalan di Jalan Piruruh- Brengkol
Petugas saat melaksanakan pekerjaan pemeliharaan jalan di Jalan Piruruh- Brengkol

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mematangkan persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Sejumlah ruas jalan kabupaten, terutama jalur alternatif dan jalur pintas, dikebut perbaikannya guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Purworejo, Muhammad Ngadnan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan pemeliharaan di beberapa ruas prioritas sejak akhir pekan lalu.

Kami sudah menangani beberapa ruas jalan kabupaten sebagai jalur alternatif. Salah satunya jalur dari perbatasan Kebumen menuju Pituruh. Penanganan dengan campuran aspal panas (JAP) sudah kami laksanakan sejak Jumat dan Alhamdulillah terselesaikan sampai wilayah Kemiri di sisi barat,” ujarnya, pada Senin (2/3/2026).

Selain itu, di wilayah UPT Loano, DPUPR juga menyelesaikan perbaikan ruas Tumbakanyar–Banyuasin hingga perbatasan Banyuasin–Pagarharjo yang terhubung ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Penanganan dilakukan menggunakan metode serupa dan telah rampung.

Di Kecamatan Gebang, ruas Seren–Winong sepanjang kurang lebih 1 kilometer yang sebelumnya mengalami kerusakan sedang juga telah diperbaiki. Jalur ini dinilai penting sebagai akses alternatif dari wilayah barat menuju Magelang maupun Semarang melalui sisi utara.

Untuk wilayah selatan, pekerjaan pemeliharaan dijadwalkan mulai dilaksanakan. Ruas Jenar–Angkruk Ketip di Kecamatan Purwodadi yang terhubung ke Sangubanyu akan menjadi prioritas awal. Selanjutnya, ruas Purwodadi–Krendetan yang merupakan jalur pintas dari jalan nasional menuju Purwodadi dan Ngombol juga akan segera ditangani.

Sementara di wilayah perkotaan, perbaikan difokuskan pada ruas-ruas berlubang yang membutuhkan penanganan cepat. Salah satunya Jalan WR Supratman, mulai dari Patung WR Supratman ke arah timur hingga jalan provinsi menuju Kaligesing.

Di wilayah kota memang ada beberapa ruas yang harus segera ditangani karena berlubang dan cukup membahayakan,” jelas Ngadnan.

Selain campuran aspal panas, sejumlah ruas juga diperbaiki menggunakan konstruksi lapen (lapis penetrasi) atau aspal bakar. Di antaranya ruas Tegal Miring–Miyono di Desa Seboro Krapyak (UPT Purwodadi), Pituruh–Kesawen (UPT Kemiri), Kaliboto–Guntur (UPT Loano), serta Pucangagung–Winong (UPT Kutoarjo).

Khusus ruas Winong–Pucangagung yang kondisinya cukup parah, perbaikan dilakukan untuk mendukung kelancaran kendaraan yang memotong jalur dari jalan nasional menuju alternatif Seren dan Gebang.

DPUPR menargetkan maksimal H-7 Lebaran seluruh UPT dapat menyelesaikan sedikitnya lima ruas prioritas. Namun melihat progres yang cukup cepat—tiga ruas terselesaikan dalam empat hari—jumlah tersebut berpotensi bertambah.

Dengan sisa waktu sekitar 12 hari menjelang H-7, kami optimistis masing-masing UPT bisa menyelesaikan hingga 9–10 ruas, tentu dengan tetap melihat kondisi di lapangan,” tambahnya.

Untuk ruas yang tidak masuk pemeliharaan besar, penanganan sementara dilakukan menggunakan asbuton atau CPHMA guna menutup lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, DPUPR menghadapi sejumlah kendala, di antaranya padatnya arus lalu lintas di ruas utama yang diperbaiki pada siang hari. Meski demikian, petugas telah disiagakan untuk mengatur lalu lintas agar tetap lancar.

Kendala lain adalah faktor cuaca. Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir sempat mengurangi efektivitas pekerjaan. Bahkan pada Jumat lalu, pekerjaan hanya mencapai setengah dari target karena hujan.

Beberapa titik yang sudah kami perbaiki tetap utuh meski terkena hujan. Namun terkadang muncul lubang baru di sisi retakan yang sebelumnya sudah ada,” jelas Ngadnan.

Untuk mendukung pemeliharaan menjelang mudik, DPUPR mengalokasikan anggaran cukup besar. Kontrak pengadaan campuran aspal panas (JAP) disepakati senilai Rp3,8 miliar, dengan estimasi sekitar setengahnya dapat direalisasikan sebelum Lebaran dan sisanya dilanjutkan setelahnya.

Sementara itu, pengadaan material lapen di lima UPT masing-masing sekitar Rp180 juta atau total hampir Rp800 juta. Selain itu, pengadaan aspal drum untuk kegiatan pemeliharaan lapen mencapai kurang lebih Rp2,5 miliar dan dijadwalkan mulai dikirim pekan ini.

Saat ini, tim lapangan masih menggunakan stok gudang sambil menunggu material baru tiba.

Ngadnan mengakui waktu persiapan cukup mepet karena proses pengadaan baru dapat berjalan optimal pada akhir Februari, sementara Lebaran tahun ini jatuh lebih awal di bulan Maret.

Kami tetap berupaya maksimal sebelum Lebaran, namun penanganan akan terus berlanjut setelahnya karena tidak mungkin seluruh ruas bisa terselesaikan sekaligus,” tegasnya.

Imbauan untuk Masyarakat
DPUPR mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk bersabar serta berhati-hati saat melintas di lokasi pekerjaan.

Kami mohon masyarakat bersabar dan maklum. Proses perbaikan jalan tidak bisa instan, ada tahapan yang harus dilalui. Dengan keterbatasan personel dan waktu, kami tetap berkomitmen memberikan yang terbaik demi kelancaran arus mudik,” himbau Ngadnan.

Dengan langkah percepatan ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap kondisi jalan kabupaten, khususnya jalur alternatif, dapat lebih siap menyambut lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.