PURWOREJO, purworejo24.com – Di tengah riuh semarak kemerdekaan, warga RT 5 RW 8 Kelurahan Baledono memberi makna baru pada Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Tak sekadar lomba dan hiburan, mereka menggelar peringatan di lokasi yang tak biasa yaitu di Taman Cerdas Purworejo, sebuah lahan publik yang selama ini terbengkalai dan nyaris dilupakan.
Dibuka dengan senam bersama dan jalan sehat, dilanjutkan aneka lomba tradisional, suasana penuh tawa dan semangat gotong royong mengisi taman yang dulunya sunyi.
Anak-anak, remaja, hingga orang tua tumpah ruah merayakan kemerdekaan dalam kebersamaan yang menghangatkan hati. Namun, cerita di balik perayaan ini jauh lebih dalam dari sekadar euforia Agustusan.
Taman Cerdas Purworejo, yang berada di samping Kolam Renang Artha Tirta, sebelumnya tak lebih dari hamparan rumput liar dengan fasilitas rusak dan sebagian raib karena aksi pencurian.
Tetapi warga RT 5 melihat potensi, bukan kerusakan. Melalui kerja bakti dan dana kas RT, mereka membersihkan, memperbaiki, dan menghidupkan kembali ruang publik yang terlupakan.
“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa rayakan HUT RI di sini berkat kekompakan warga. Harapan kami, kebersamaan ini bisa jadi langkah awal menghidupkan kembali aset yang selama ini terbengkalai,” ujar Agus Arifin, Ketua RT 5.
Tak sekadar memakai, warga menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung mengelola Taman Cerdas demi kepentingan bersama.
Menurut warga, taman ini bisa dijadikan pusat kegiatan warga, dari pertemuan rutin, kegiatan edukatif, hingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Sayang kalau dibiarkan rusak. Kalau diberi izin, kami siap mengelola. Ini bisa jadi ruang belajar, ruang bermain, bahkan ruang perubahan,” tegas Tri Wantoro, salah satu warga yang aktif dalam kegiatan.
Momen ini menjadi bentuk aspirasi warga bahwa ruang publik harus dikelola dengan melibatkan masyarakat.
Pemerintah, kata mereka, tak harus mengerjakan semuanya sendiri. Warga siap turun tangan, asalkan ada izin, pendampingan, dan kepercayaan.
“Kami hanya ingin tempat ini kembali hidup. Toh dulu dibangun dengan biaya besar. Lebih baik dimanfaatkan daripada jadi bangkai proyek. Kami siap gotong royong,” tambah Agus Arifin.
Apa yang dilakukan warga RT 5 RW 8 Baledono adalah refleksi sejati dari semangat kemerdekaan, bukan hanya perayaan simbolis, melainkan langkah konkret mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata.
Semangat warga ini adalah pesan untuk kita semua bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang bebas, tapi juga tentang peduli, merawat, dan memberdayakan apa yang kita miliki bersama. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







