BAGELEN, purworejo24.com – Dalam rangka menyambut dan mengisi peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan senam bugar dan aneka lomba khas Agustusan.
Acara digelar di Warung Kebon Kalasan (WKK), Bagelen, pada Selasa (19/8/2025) dengan tema “Sehat, Bugar, Bahagia.”
Kegiatan diikuti oleh lebih dari 90 anggota IPPK Bugar yang terdiri dari para pensiunan guru, pengawas, dan tenaga kependidikan.
Mereka tampak antusias mengikuti senam bersama, lomba membawa balon, joget balon, hingga menyanyi dan makan bersama. Suasana penuh keakraban terasa seperti reuni masa sekolah.
Ketua panitia, Supriyati, S.Pd., MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Senam IPPK Bugar yang dilakukan setiap tahun.
Lokasi senam sengaja dipilih di luar halaman Gedung PGRI, untuk menyegarkan suasana sekaligus mempromosikan destinasi wisata lokal.
“Hari ini kami memilih Warung Kebon Kalasan sebagai lokasi senam karena suasananya sejuk dan mendukung. Ini juga bentuk kolaborasi IPPK Bugar dengan sektor pariwisata Kabupaten Purworejo. Sebelumnya kami pernah adakan di Heroes Park, Demaji Eco Park, dan Watoe Toempang Resto and View,” jelas Supriyati.
Lebih lanjut, Supriyati menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan serta untuk menjaga semangat para pensiunan agar tetap aktif dan bahagia.
“Kegiatan ini bukan sekadar senam, tapi juga untuk mempererat silaturahmi dan menjaga semangat para purnakaryawan agar tetap sehat, tidak merasa sendiri, dan terus berkontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua IPPK Kabupaten Purworejo, Wiyonoroto, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa partisipasi anggota melebihi ekspektasi.
“Kami perkirakan hanya 50 orang yang hadir, ternyata mencapai 93 orang. Ini luar biasa dan menunjukkan semangat yang tinggi dari para anggota,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai 5A yang menjadi moto IPPK yaitu Awak waras, Ati seneng, Awet urip, Ana gunane, dan Akeh menembahe.
“Moto ini betul-betul dilaksanakan oleh para anggota. Dengan tubuh sehat, hati gembira, hidup menjadi lebih berarti, dan kita tetap bisa memberi manfaat meski sudah pensiun,” ujarnya.
Saat ini, anggota IPPK Kabupaten Purworejo tercatat lebih dari 1.150 orang. Ke depan, IPPK diharapkan menjadi wadah yang inklusif bagi seluruh pensiunan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo.
“Siapa pun yang pensiun dari dunia pendidikan di Purworejo, bisa langsung bergabung tanpa syarat. Harapan kami, IPPK ini terus berkembang, menjadi tempat berkumpul yang menyenangkan, dan memberi semangat hidup yang baru bagi para pensiunan,” pungkas Wiyonoroto. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







