PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan berbagai aksi nyata yang berfokus pada pengendalian perubahan iklim, pelestarian lingkungan, serta peningkatan partisipasi masyarakat.
Salah satu kegiatan utama yang digelar adalah penanaman 350 bibit mangrove di Desa Malang, Kecamatan Ngombol, Sabtu (6/6/2026).
Peringatan yang mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja Untuk Iklim” tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, organisasi perangkat daerah, perguruan tinggi, kelompok masyarakat, hingga desa dan kelurahan peserta Program Kampung Iklim (ProKlim).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, S.T., mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum penting untuk memperkuat aksi nyata dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa seluruh elemen masyarakat harus terus berkolaborasi dalam menjaga lingkungan dan menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.
Menurut Wiyoto, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi aksi korve atau kerja bakti sebagai implementasi Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Malang bekerja sama dengan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VIII, serta penyerahan penghargaan Evaluasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Kabupaten Purworejo Tahun 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 175 peserta yang terdiri dari unsur Kodim 0708 Purworejo, Polres Purworejo, Batalyon Infanteri 412, OPD, perguruan tinggi, kelompok masyarakat, peserta ProKlim, dan warga sekitar.
Wiyoto menjelaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diprakarsai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1972 menjadi panggilan global untuk merespons Triple Planetary Crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.
“Tema global tahun ini, Inspired by Nature, For Climate, For Our Future, mengajak seluruh pihak memperkuat aksi iklim berbasis alam, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong inovasi hijau yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo juga memberikan penghargaan kepada desa, kelurahan, dan wilayah rukun warga yang dinilai berhasil menjalankan Program Kampung Iklim (ProKlim) di tingkat kecamatan.
Penerima penghargaan ProKlim Tahun 2026 meliputi:
• Kecamatan Kaligesing: Desa Gunungwangi
• Kecamatan Bayan: RW 02 Desa Tangkisan
• Kecamatan Purwodadi: Desa Kentengrejo
• Kecamatan Bruno: RW 02 Desa Somoleter
• Kecamatan Loano: RW 01 Desa Kalisemo
• Kecamatan Purworejo: RW 02 Kelurahan Sindurjan
• Kecamatan Kutoarjo: RW 03 Kelurahan Semawung Daleman
• Kecamatan Bagelen: RW 01 Desa Tlogokotes
• Kecamatan Grabag: RW 03 Desa Tunggulrejo
• Kecamatan Banyuurip: RW 05 Kelurahan Kledung Kradenan
• Kecamatan Bener: RW 03 Desa Kaliboto
• Kecamatan Butuh: RW 02 Desa Wonorejokulon
• Kecamatan Ngombol: RW 01 Desa Piyono
• Kecamatan Pituruh: RW 01 Desa Tersidilor
• Kecamatan Gebang: RW 05 Desa Seren
• Kecamatan Kemiri: RW 02 Desa Bedono Pageron
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya masyarakat dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H. menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk memperkuat budaya peduli lingkungan melalui kerja nyata yang berkelanjutan.
“Melalui tema Saatnya Bekerja Untuk Iklim, seluruh pihak diharapkan tidak hanya merayakan peringatan ini, tetapi juga menjalankan aksi yang terukur, terdokumentasi, dan berkelanjutan. Gerakan Indonesia ASRI menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat pengendalian perubahan iklim melalui kolaborasi dan keterlibatan masyarakat,” tutur Bupati.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta ProKlim yang telah menunjukkan komitmen dalam menjaga lingkungan hidup di wilayahnya.
Menurutnya, keberhasilan Program Kampung Iklim membuktikan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dapat dimulai dari tingkat desa, kelurahan, hingga lingkungan RT dan RW.
Penanaman 350 mangrove di Desa Malang, Kecamatan Ngombol, menjadi simbol sekaligus langkah strategis dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta mendukung upaya penyerapan emisi karbon.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan terus tumbuh sehingga terwujud Purworejo yang lebih hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi masa depan. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







