BAYAN, purworejo24.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, dinilai layak menjadi percontohan dalam pengelolaan limbah setelah mengoperasikan mesin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bio Deft MBG berkapasitas 3.000 liter.
Mesin tersebut telah terpasang sejak Minggu (3/5/2026) dan kini mulai difungsikan untuk memastikan limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan.
Penerapan IPAL ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya Ketua LSM Tamperak Jawa Tengah, Sumakmun.
Ia menyampaikan bahwa SPPG Sucen Jurutengah telah memenuhi standar pengelolaan limbah sesuai ketentuan yang dianjurkan pemerintah.
“Terkait pemberitaan sebelumnya, perlu kami luruskan bahwa IPAL di SPPG Sucen Jurutengah ini sebenarnya sudah terpasang sejak hari Minggu. Dari sisi mekanisme dan teknis juga sudah dijelaskan oleh teknisi, dan ini sudah memenuhi persyaratan yang dianjurkan pemerintah,” ungkap Sumakmun.
Ia menilai keberadaan IPAL tersebut menjadi contoh nyata pengelolaan limbah yang baik dan bertanggung jawab. Bahkan, menurutnya, SPPG Sucen Jurutengah dapat dijadikan role model bagi SPPG lain di wilayah Purworejo.
“Saya sangat mengapresiasi langkah SPPG Sucen ini. Fasilitasnya sudah lengkap, dan ini bisa menjadi percontohan bagi SPPG lain. Harapannya, SPPG di wilayah Purworejo dapat mengikuti jejak ini agar pengelolaan limbah semakin baik dan tidak berdampak pada lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Sucen Jurutengah, Muhammad Hanif Hidayat, menjelaskan bahwa penggunaan IPAL sebenarnya sudah mulai diterapkan di sejumlah SPPG lain, meskipun belum merata di seluruh wilayah.
“Beberapa SPPG seperti Boto Dalemen, Wangunrejo, Jogoresan, hingga Kemiri Kroyo Kulon kalau tidak salah juga sudah menggunakan IPAL. Namun memang belum semuanya. Sebagian besar saat ini masih menggunakan bak kontrol sambil menuju penggunaan IPAL secara maksimal,” jelasnya.
Dengan adanya langkah progresif dari SPPG Sucen Jurutengah, diharapkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah semakin meningkat. Selain menjaga kelestarian lingkungan, upaya ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan pemenuhan gizi yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







