PURWOREJO, purworejo24.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, komunitas Jogokali Nusantara bersama berbagai lembaga dan komunitas di Kabupaten Purworejo menggelar Deklarasi Komunitas Peduli Ketahanan Pangan sekaligus melakukan penanaman pohon langka bidang pangan, pada Minggu (10/8/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di Dusun Limus, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo, ini menjadi momentum kolaboratif antara masyarakat dan berbagai elemen untuk menguatkan kesadaran menjaga lingkungan serta mendukung ketahanan pangan berbasis komunitas.
Rangkaian acara ini juga dibarengi dengan perayaan HUT RI ke-80 tingkat dusun, yang dimeriahkan oleh jalan sehat bersama Kapolsek Kota Purworejo, berbagai perlombaan, pembagian hadiah, dan doorprize bagi warga.
Dalam kegiatan ini, puluhan bibit tanaman langka seperti Wuni, Aren, Jarak, Kemiri, dan Waru ditanam di bantaran Sungai Bogowonto sebagai upaya konservasi lahan serta pencegahan erosi.
Selain itu, Jogokali Nusantara juga membagikan bibit tanaman pangan berupa sayur-mayur dan buah-buahan kepada masyarakat.
Pembina Komunitas Jogokali Nusantara Purworejo, Muhammad Edi Suryanto, atau yang akrab disapa Kyai Merah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin komunitas yang konsisten bergerak di bidang pelestarian lingkungan sejak 2015.
Jogokali Nusantara adalah sebuah organisasi di bawah naungan Majelis Nurul Qodiri yang bergerak dibidang lingkungan hidup.
“Kami berharap ke depan akan lebih solid dan bersatu dalam mencintai lingkungan. Ini menjadi lebih bermakna karena dikaitkan dengan program ketahanan pangan yang merupakan prioritas nasional. Kami di Purworejo siap mendukung,” ujar Edi.
Ia juga menegaskan bahwa gerakan ini sekaligus menjadi simbol perlawanan terhadap maraknya tambang ilegal di wilayah Purworejo.
Penjabat Asisten I Sekda Purworejo, Achmad Jainudin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para inisiator, termasuk tokoh penggerak Kyai Merah.
“Kegiatan ini sangat selaras dengan visi-misi Bupati Purworejo dan juga mendukung program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan serta pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Lingkungan Hidup berkomitmen menjalankan program jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang sesuai dengan RPJMD.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Purworejo, Wiyoto Harjono, ST, menekankan pentingnya menjaga tutupan lahan di tengah isu degradasi lingkungan.
“Penanaman pohon ini bukan hanya untuk hari ini, tapi akan dinikmati oleh anak cucu kita. Kalau tidak bisa menanam, setidaknya jangan menebang. Ini adalah bentuk sedekah luar biasa untuk masa depan,” tegas Wiyoto.
Ia juga menyampaikan bahwa Purworejo sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah memiliki potensi luar biasa, sehingga sangat mendukung untuk program diversifikasi pangan nasional.
“Ke depan, kita dorong anak-anak kita untuk tidak bergantung hanya pada beras. Di Purworejo, kita punya berbagai jenis tanaman pangan, termasuk empon-empon dan hortikultura yang sangat potensial,” tambahnya.
Acara ini turut melibatkan berbagai organisasi dan komunitas seperti Komunitas Peduli Ketahanan Pangan Purworejo, Polres dan Bhayangkari, Kodim dan Persit, BG3, PGRI, Fatayat NU, Muda Mudi Katolik (Mudika), Pemuda Muhammadiyah, Bagelen Berjari, Karangtaruna Limus, serta Forkopimcam.
Semangat gotong-royong yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi cerminan nyata dari komitmen kolektif masyarakat Purworejo dalam menjaga lingkungan dan mewujudkan kedaulatan pangan. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







