Lingkungan Hidup

Muhammadiyah Purworejo Luncurkan Kampung Aren Keduren, Satukan Dakwah, Konservasi dan Ekonomi Umat

8
×

Muhammadiyah Purworejo Luncurkan Kampung Aren Keduren, Satukan Dakwah, Konservasi dan Ekonomi Umat

Sebarkan artikel ini
Menyerahkan bibit aren
Menyerahkan bibit aren

PURWODADI, purworejo24.com – Dakwah Islam tidak hanya diwujudkan melalui pengajian dan syiar keagamaan. Di Kabupaten Purworejo, dakwah mulai dikembangkan dalam bentuk aksi nyata yang menyentuh persoalan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal itu ditunjukkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo melalui peluncuran Desa Keduren, Kecamatan Purwodadi, sebagai Kampung Aren, Minggu (2/8/2026).

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Ber-Muhammadiyah 2026 yang digelar PDM Purworejo dengan pelaksana teknis Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Purwodadi. Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Dr. H. Tafsir, M.Ag., jajaran Forkopimda, PDM dan ‘Aisyiyah Purworejo, tokoh lintas organisasi keagamaan, unsur pemerintah, Asosiasi Aren Indonesia, BAZNAS, serta ribuan warga dan jamaah Muhammadiyah.

Kampung Aren Keduren digagas melalui sinergi Muhammadiyah, khususnya Jaringan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), bersama Asosiasi Aren Indonesia (AAI). Program ini diarahkan untuk mengembangkan potensi aren sebagai tanaman konservasi sekaligus komoditas ekonomi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, Kampung Aren merupakan contoh bahwa dakwah dapat hadir dalam bentuk gerakan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dakwah tidak hanya melalui pengajian dan syiar keagamaan, tetapi juga dapat diwujudkan dalam aksi nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat, memberikan edukasi, serta mengajak masyarakat menanam tanaman konservasi untuk menjaga keseimbangan alam,” kata Dion.

Ia menilai tanaman aren memiliki potensi besar karena mampu menggabungkan dua kepentingan sekaligus, yakni kelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Karena itu, Pemkab Purworejo menyatakan siap membangun sinergi dengan Muhammadiyah dan berbagai elemen masyarakat dalam mengembangkan potensi aren maupun komoditas lokal lainnya.

Ini bisa menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan dampak ekologi dan pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Dion berharap Kampung Aren Keduren nantinya dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Purworejo.

Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pujiono, mengatakan Desa Keduren dipilih karena memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi pertanian aren.

Menurutnya, program tersebut tidak berhenti pada penanaman pohon. Masyarakat nantinya akan didorong memahami proses budidaya hingga pengolahan hasil aren sehingga memiliki nilai tambah ekonomi.

Hari ini kita menyambut Hari Ber-Muhammadiyah dengan me-launching Kampung Aren di Desa Keduren. Harapan saya, aren ke depan menjadi komoditas unggulan karena kebutuhan gula aren dan nira sangat besar,” ujar Pujiono.

Ia menyebut masyarakat Keduren ditargetkan menanam sekitar 500 bibit aren. Dengan perawatan yang baik, tanaman tersebut diharapkan mulai memberikan hasil dalam beberapa tahun mendatang.

Pujiono menambahkan, Kampung Aren Keduren merupakan pengembangan kedua yang dilakukan Muhammadiyah Purworejo setelah sebelumnya program serupa dikembangkan di Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen.

Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat bagaimana aren ini nanti menjadi komoditas. Setidak-tidaknya untuk memenuhi kebutuhan di Purworejo, kalau nanti berkembang, bisa keluar Purworejo, harapannya sampai ekspor,” katanya.

Tidak hanya menjadi kawasan budidaya, lahan wakaf Muhammadiyah yang menjadi lokasi kegiatan juga direncanakan dikembangkan sebagai tempat produksi dan pengolahan hasil aren.

Ke depan, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi sentra edukasi, produksi, pengolahan hingga agrowisata berbasis aren.

Semangat penghijauan juga ditunjukkan melalui penyerahan 69 paket bibit aren oleh santri Jamaludin Jet Jundullah, Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah Jono Putra–Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo.

Angka 69 dipilih sebagai simbol Milad ke-69 SMP Muhammadiyah Jono. Bibit tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Festival Sains dan Al-Qur’an yang diselenggarakan Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan.

Pesan yang dibawa cukup sederhana tetapi penting: pendidikan tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.

Selain itu, BAZNAS Kabupaten Purworejo turut menyerahkan santunan kepada warga Desa Keduren sebagai bentuk kepedulian sosial.

Rangkaian kegiatan diawali dengan gowes bersama menuju lokasi kegiatan dari arah Kesugihan dan dimeriahkan penampilan Hadrah Eskawa dari siswa SMK Muhammadiyah Purwodadi.

Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman bibit aren secara simbolis oleh Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi bersama Ketua PWM Jawa Tengah Dr. H. Tafsir, Ketua PDM Purworejo Pujiono, perwakilan Asosiasi Aren Indonesia, Kepala Desa Keduren dan sejumlah tamu undangan.

Ketua PWM Jawa Tengah Dr. H. Tafsir, M.Ag., dalam pengajian akbar mengajak jamaah memahami hubungan manusia dengan Allah dan alam secara seimbang.

Ia mengingatkan bahwa dalam perspektif Islam, manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keislaman.

Alam, menurutnya, merupakan salah satu tanda kebesaran Allah yang perlu dibaca, dipahami, sekaligus dijaga.

Ia juga mendorong agar dakwah Islam terus berkembang dan mampu menjawab persoalan kehidupan masyarakat. Pemahaman keagamaan perlu berjalan beriringan dengan ilmu sosial, teknologi dan pemahaman terhadap kondisi masyarakat.

Dengan demikian, dakwah tidak berhenti pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi mampu melahirkan gerakan yang memberikan solusi nyata.

Peluncuran Kampung Aren Keduren akhirnya bukan sekadar penanaman pohon. Di dalamnya terdapat gagasan tentang menanam untuk menjaga alam, mengolah untuk meningkatkan nilai ekonomi, dan memberdayakan masyarakat sebagai bagian dari dakwah Islam Berkemajuan.

Jika dikelola secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak, Kampung Aren Keduren diharapkan mampu tumbuh menjadi kawasan edukasi dan ekonomi berbasis lingkungan, sekaligus menjadi contoh bahwa menjaga bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan.  (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.